sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 28 Des 2018 20:11 WIB

Persiku Kudus Pernah Jadi Korban Pengaturan Skor

Akrom Hazami - detikSport
Persiku saat berlatih di Stadion Wergu Wetan Kudus. (Akrom Hazami/detikSport) Persiku saat berlatih di Stadion Wergu Wetan Kudus. (Akrom Hazami/detikSport)
Kudus - Persiku Kudus pernah menjadi korban dugaan pengaturan skor. Bagaimana ceritanya?

Mantan pelatih Persiku Kudus, Agus Riyanto, menceritakan saat Persiku menjadi korban pengaturan skor di laga penyisihan grup Divisi Utama 2014, Persiku dikalahkan PSIR Rembang 0-2.

Dia menceitakan, malam sebelum ketemu PSIR, dia bertemu Manajer Persiku, Agus Imakudin. Manajer bilang kepadanya kalau besok adalah laga berat.

"Manager bilang, pak Agus (Agus Riyanto) besok kita berat. Manager waktu itu bilang kalau Rembang minta Rp 225 juta sebagai gantinya, waktu Rembang melawan PSIS Semarang katanya bayar segitu," kata Agus dikomfirmasi detikSport melalui pesan pendek.


Menurutnya, karena Persiku tidak ada dana, maka manajer klub Persiku menawar Rp 25 juta. Tapi, Rembang tidak mau.

"Ternyata benar Persiku dikerjain d Rembang. Baru main empat menit, Persiku kena penalti," kata dia.

"Yang jelas, Persiku jadi korban. Jadi memang Kudus jadi korban. Padahal, waktu itu Persiku berada di urutan ketiuga atau keempat," dia menambahkan.

Dia juga menganalisis saat itu ada beberapa laga yang mana tim yang main di kandang semua dapat hadiah penalti.

"Seperti Persipur Purwodadi melawan PSIS, Persipur dapat penalti, kemudian Persip Pekalongan menghadapi Temanggung, Persip dapat penalti, Magelang lawan Solo, Magelang dapat penalti dan PSIR versus Persiku, PSIR dapat penalti," ujar pelatih yang kini menangani PSIS Semarang itu.


Persiku Rekrut Subangkit

Nah, agar tak terjadi pengulangan 'dikerjai' tim lain, Persiku bertekad untuk membangun tim yang solid. Bupati Kudus Muhammad Tamzil, yang juga pelindung Persiku menuturkan jika Persiku akan diresmikan pembentukannya pada 19 Januari 2019. Persiku akan dilatih oleh Subangkit, sedangkan Persiku junior dengan pelatih Bagong.

Subangkit bukanlah nama baru di kancah sepak bola nasional. Subangkit pernah melatih Sriwijaya FC, PSIS dan klub lainnya.

"Saya yakin di bawah Subangkit, kita bisa naik menjadi lebih bagus lagi," tutur pria yang juga dikenal sebagai bapak Persiku ini.

"Ya, kami harapkan nanti, jauh-jauh hari sudah lakukan persiapan. Jadi kita tidak berpikir untuk menang karena permainan mafia skor, " kata Tamzil.

Pengaturan skor di liga tengah diusut oleh Satgas Anti Mafia Bola Polri. Sampai saat ini, ditangkap empat orang pelaku anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif (Exco) dan Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, eks anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto, dan wasit futsal Anik Yuni Artika Sari.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com