sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 20 Jan 2019 19:51 WIB

Edy Harusnya Out dari Gubernur Sumut, Bukan PSSI

Randy Prasatya - detikSport
Foto: Nyoman Budhiana/ama/ANTARA FOTO Foto: Nyoman Budhiana/ama/ANTARA FOTO
Nusa Dua - Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketua Umum PSSI di Kongres 2019. Voters menilai Edy sebaiknya out sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Edy menjalani rangkap jabatan sebelum mundur dari Ketum PSSI. Dia juga seorang gubernur Sumut.

Rangkap jabatan itu dikritik, karena Edy jarang muncul di Jakarta. Dia dinilai kurang fokus menjalankan tugas sebagai ketum PSSI.

Permintaan Edy untuk melepaskan jabatannya dari ketum PSSI menggema di beberapa momen. Tapi, Edy bergeming.


Sebuah kejutan diberikan Edy dalam pidato pembukaan pada Kongres PSSI di Sofitel Nusa Dua, Minggu (20/1/2019) pagi WITA. Edy menyatakan mundur dari ketua umum PSSI.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro, menyayangkan keputusan Edy. Bekas ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu menyepakati jika Edy tak seharusnya rangkap jabatan. Tapi, bukan ketua umum PSSI yang dilepas.


"Mundur itu adalah hak. Semua orang itu punya hak untuk maju dan mundur. Tentu ini adalah jalan yang harus kita hargai dan apresiasi," kata Haruna.

"Faktanya, kami ini butuh sosok Pak Edy dan kami kehilangan sosoknya ketika menjadi Gubernur Sumatra Utara. Sebetulnya, saat kongres tadi kami ingin menyuarakan dia untuk mundur dari jabatan Gubernur Sumatera Utara karena kami butuh sosoknya di PSSI," dia menambahkan.

Edy menyerahkan bendera PSSI kepada Joko Driyono untuk menjadi Plt Ketua Umum. Joko sebelumnya menjabat sebagai wakil.




(ran/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed