sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 25 Mar 2019 10:16 WIB

Analisis Indonesia vs Vietnam

Timnas Indonesia U-23 Dimatikan Bola Mati

Yanu Arifin - detikSport
Timnas Indonesia U-23 kalah 0-1 dari Vietnam lewat gol bola mati yang dimanfaatka Trieu Viet Hung. (Foto: R. Rekotomo/Antara) Timnas Indonesia U-23 kalah 0-1 dari Vietnam lewat gol bola mati yang dimanfaatka Trieu Viet Hung. (Foto: R. Rekotomo/Antara)
Jakarta - Timnas Indonesia U-23 dipastikan tak lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, Kekalahan 0-1 lewat gol bola mati Vietnam membuat Garuda Muda juga mati.

Indonesia menelan kekalahan keduanya di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, saat menghadapi Vietnam di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3/2019).

Bertanding di laga itu, Indonesia kalah dramatis atas tuan rumah. Gol tunggal Trieu Viet Hung di injury time memastikan Garuda Muda gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020.

Ini kekalahan kedua Indonesia di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23, dengan sebelumnya kalah 0-4 dari Thailand pada laga perdana. Menyisakan satu pertandingan lagi melawan Brunei, skuat Merah Putih takkan mampu mengejar raihan poin Thailand dan Vietnam (6).




Pergantian Pemain

Melawan Vietnam, pelatih Indra Sjafri tampak belajar dari kekalahan 0-4 melawan Thailand. Ia mengganti lima pemainnya dalam Starting XI di laga kedua Grup K.

Indra mengganti lima pemainnya; kiper Awan Setho digantikan Satria Tama, duet bek Rachmat Irianto dan Andy Setyo digantikan Bagas Adi dan Nurhidayat; gelandang Gian Zola digantikan Sani Rizki, serta Witan Sulaeman menggantikan Saddil Ramdani di pos sayap.

Stategi itu membuat perubahan gaya bermain Indonesia. Satria Tama cukup tenang membaca serangan lawan, duet Bagas Adi-Nurhidayat juga cukup disiplin mengawal lini belakang kendati beberapa kali masih melakukan error, dan tampak lini depan yang masih kurang efektif.




Tak Kuasa Membendung Agresivitas Vietnam

Indonesia cukup kewalahan menghadapi duel dengan pemain Vietnam. Berkali-kali pelanggaran tak perlu dilakukan Indonesia.

Kondisi itu diperparah dengan tidak terkoordinasi dengan baik antara lini tengah dan depan Indonesia. Marinus dan Osvaldo, yang minim mendapat suplai bola, justru kerap turun ke bawah dan ikut berjuang merebut bola.

Sementara Luthfi dan Sani Rizki juga tak mampu berbuat banyak saat menguasai bola. Aliran-aliran bolanya menuju Egy atau Osvaldo dan Witan mudah diputus lawan.

Alhasil, pelanggaran-pelanggaran kecil dilakukan pemain Indonesia. Para pemain Vietnam sendiri juga tak tanggung-tanggung menjatuhkan para pemain Indonesia saat kehilangan bola, stategi yang merusak permainan Indonesia itu sendiri.

Lini Depan Tak Efektif

Seperti yang diulas tadi, Marinus tak banyak mendapat suplai bola. Alhasil ia lebih banyak menjemput bola, dan kesulitan saat membawanya ke depan karena selalu ada dua pemain Vietnam yang menjaganya.

Sementara untuk Egy, Witan, dan Osvaldo, masih terlalu monoton dalam melakukan serangan. Saat menerima bola, ketiganya hampir selalu membawanya ke sisi sayap, sebelum mengembalikannya ke tengah.

Sesekali Luthfi dan Sani Rizki coba membantu menekan, namun upayanya cuma sebatas melepaskan tendangan jarak jauh atau melepaskan tendangan bebas.

Di babak kedua, situasi tak kunjung membaik untuk Indonesia. Meski Egy bisa mengancam beberapa kali, Vietnam lebih banyak bermain di area pertahanan lawan, yang membuat Indonesia kesulitan menekan sebab transisi tim Garuda Muda masih terbilang lambat.




Mati karena Bola Mati

Usai bertahan mati-matian dari gempuran open play Vietnam, Indonesia akhirnya mati karena bola mati. Ya, skema yang membuat gawang Indonesia kebobolan di beberapa partai terakhir itu mengoyak gawang Satria Tama.

Di menit akhir, tandukan Trieu Viet Hung, memanfaatkan tendangan sudut, mengoyak gawang Indonesia. Ia mengarahkan tandukan ke tiang jauh di sisi kanan Satria Tama dan gagal dibendung sang kiper.

Gol dari bola mati itu akhirnya mematikan peluang Indonesia ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Laga terakhir melawan Brunei, Selasa (26/3), takkan menghalangi kepulangan Indonesia tanpa tiket putaran final. (yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed