sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 05 Okt 2019 19:55 WIB

Selamat Hari TNI, Manahati!

Mercy Raya - detikSport
Foto: Widodo S. Jusuf/Antara Foto
Jakarta - Pesepakbola Manahati Lestusen tak ragu saat mendapatkan tawaran masuk sekolah tentara. Kini, dia pun mantap menjalani dua profesi, sebagai anggota TNI dan pesepakbola, sekaligus.

Manahati merintis karier sebagai pesepakbola sejak usia 13 tahun. Dia mengasah bakat dan kemampuannya di Sekolah Sepakbola di Liang. Manahati serbabisa, menjadi sayap kanan, gelandang bertahan, hingga bek tengah.

Kepiawaiannya pun mengantarkan diri ke berbagai prestasi termasuk turun di klub lokal hingga luar negeri. Dia pernah bergabung dengan CS Vise pada 2013 dan hanya bertahan sampai satu musim. Sejak itu, Manahati kerap berganti klub dari mulai Bhayangkara FC hingga Barito Putra.

Berkat penampilan sip di sepakbola, Manahati membuka jalan sebagai anggota TNI. Dia mendapatkan tawaran masuk Sekolah Pendidikan Tentara pada 2015, diterima, dan lulus sebagai sersan dua.


"Awalnya, saya berpikir kenapa tak diambil, apalagi main bola sampai usia berapa sih? Pada sepakbola pun belum tentu menjamin ke depannya seperti apa," kata Manahati kepada detikSport, dalam sambungan telepon pada Sabtu (5/10/2019).

Apalagi, Manahati juga tak kesulitan untuk beradaptasi dengan aturan-aturan yang harus dijalaninya sebagai tentara. Toh, kesatuannya juga mendukung penuh dirinya berkarier sepakbola.

"Kami ini kan prajurit karier, jadi fokus berkarier di sepakbola saja. Jadi kalau tak main bola lagi, ya dinas lagi. Semisal libur kompetisi ya kembali ke daerah masing-masing terus berkantor lagi," Manahati menjelaskan.

"Kesatuan juga cukup melonggarkan ketika kami meminta izin. Apalagi kami tentara tugasnya membela negara dan mengharumkan nama negara," dia menambahkan.

Manahati, yang kini menjadi pemain di Tira Persikabo, juga diuntungkan dengan gemblengan kedisiplinan di tentara yang tidak dia peroleh saat di sepakbola.

Selamat Hari TNI, Manahati! Foto: ist.

"Pada umumnya orang (pasti) tahu disiplinnya tentara seperti apa. Begitu juga untuk prestasi bela negara, sudah pasti dapat kenaikan pangkat luar biasa," ujar dia.

"Dari segi materi ada perubahan juga. Yang pasti dari tentara ada, walau tak sebesar sepakbola, tapi di tentara ada," tutur gelandang bertahan Tira Persikabo ini.

Pemain berusia 25 tahun itu pun berharap bisa menyeimbangkan karier sebagai pesepakbola dan tentara.

"Semoga stabil di sepakbola Indonesia dan semoga bisa beberapa tahun lagi berkecimpung di olahraga tersebut. Sementara untuk tentara, siapa yang tak mau naik pangkat lagi dan semoga ada kesempatan itu untuk sekolah insya Allah amin," dia mengharapkan.



Simak Video "Duka di Pemakaman Prajurit TNI yang Tertembak KKB Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com