sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 03 Jun 2020 14:23 WIB

PSSI Berencana Lanjutkan Liga, Persik Kediri Minta 3 Hal Ini

Andhika Dwi - detikSport
Presiden Macan Putih Abdul Hakim Bafagih mengusulkan beberapa hal untuk PSSI terkait Shopee Liga 1. Shopee Liga 1 mau lanjut, Persik Kediri usulkan 3 hal ini. (Foto: detikcom/Andhika Dwi)
Jakarta -

PSSI merencanakan Shopee Liga 1 dilanjutkan kembali dalam rapat virtual dengan klub-klub peserta. Presiden Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih memberi masukan.

Ada tiga masukan yang disampaikan Hakim. Di rapat tersebut, Persik juga menyepakati beberapa poin yang dipaparkan PSSI berkaitan dengan rencana kelanjutan liga. Termasuk mempertanyakan komposisi pemain asing.

Hakim mengatakan, pada dasarnya, Persik tetap konsisten setuju dengan penghentian Shopee Liga 1 total dan mengganti turnamen nonresmi. Namun, sepertinya PSSI sudah mengambil keputusan untuk melanjutkan Shopee Liga 1 yang sempat terhenti di pekan ketiga karena pandemi virus Corona.

"Jika pertimbangannya adalah untuk menyiapkan timnas U-20 dan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan, kami akan mengikuti keputusan federasi," kata Hakim. Rabu (3/6/2020).

Namun, sebelum diputuskan final, Hakim memberikan tiga masukan. Yang pertama, Persik meminta subsidi atau hak komersial klub dinaikkan menjadi Rp 1,2 miliar - Rp 1,5 miliar. Sebelumnya, subsidi yang diusulkan sebesar Rp 800 juta sekali pencairan.

Mengenai usulan tersebut, Hakim sudah menghitungnya. Dia melihat kapasitas stadion di Indonesia rata-rata sebanyak 25.700 orang. Jika terisi setengah dengan harga tiket normal sebesar Rp 50 ribu, hitung-hitungannya menjadi Rp 9,6 miliar. "Jika dibagikan dalam delapan bulan, ketemunya jadi Rp 1,2 miliar. Itu hitungan kami," imbuh Hakim.

Yang kedua, Hakim meminta PSSI mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Itu terkait dengan kebijakan relaksasi pajak bagi pelatih dan pemain. "Pajaknya 20 persen dan bisa lebih. Ini akan menjadi beban besar bagi klub," ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19, kata Hakim, pemerintah sudah memberikan relaksasi pajak kepada seluruh industri. Tapi, khusus industri sepak bola, relaksasi belum diberikan. "Sementara Presiden Jokowi memberikan atensi besar ke sepak bola Indonesia. Di saat kondisi seperti ini (pandemi), akan sangat repot bila relaksasi tidak diberikan," tandasnya.

Usulan ketiga adalah renegosiasi kontrak pemain dan pelatih. Menurut Hakim, nominal kontrak yang sudah diterima pemain sebesar 40 persen. Nah, sisanya sebesar 60 persen, perlu negosiasi kembali. "Itu wajar dilakukan. Seluruh sektor industri juga melakukan hal yang sama," ujarnya.

Jika renegosiasi tidak dilakukan, Hakim khawatir klub-klub Liga 1 mengalami kesulitan finansial di musim-musim mendatang. Dan jika urgensinya adalah kepentingan timnas, Kemenpora bisa ikut andil dalam penyelenggaraan kompetisi.

Hakim menambahkan, di luar usulan tersebut, Persik menyetujui kompetisi lanjutan disentralkan di Jawa dan tanpa degradasi. "Tapi yang perlu dipertimbangkan juga adalah akomodasi klub-klub luar Jawa. Seperti penginapan mereka apakah ditanggung atau tidak. Kalau bagi kami (klub di Jawa) tidak masalah," ujarnya.

Terakhir, Hakim menyatakan PSSI perlu menegaskan soal komposisi pemain asing. "Karena beberapa pemain asing kami untuk saat ini dilarang negaranya datang ke Indonesia sebelum pandemi berakhir," katanya sembari meminta PSSI memberikan perlindungan hukum agar tidak jadi persoalan antara klub dengan pemain dan pelatih.



Simak Video "Main Korek Api, Dua Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com