sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 23 Agu 2020 23:05 WIB

'Naturalisasi Pemain untuk Piala Dunia U-20 Cuma Berdampak Negatif'

Lucas Aditya - detikSport
Elkan Baggott Naturalisasi untuk Timnas Indonesia U-19 dinilai hanya akan menyisakan masalah. (Foto: dok. PSSI)
Jakarta -

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menanggapi rumor rencana PSSI menempuh cara luar biasa agar berprestasi di Piala Dunia U-20 2021. Naturalisasi disebut cuma memunculkan masalah baru.

Rumor naturalisasi pemain itu muncul seiring dengan kedatangan beberapa pemain muda asal Brasil ke klub Shopee Liga 1. Arema FC, Persija Jakarta, dan Madura United adalah klub-klub itu.

PSSI memang sudah membantah rencana naturalisasi itu. Direktur Teknik Timnas, Indra Sjafri, yang melontarkan pernyataan.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda juga menentang rencana PSSI itu. Dia menyebut bahwa jalan pintas itu bukan jalan keluar agar berprestasi di Piala Dunia U-20 2021 saat Indonesia menjadi tuan rumah.

"Rencana naturilisasi pemain besar-besaran agar berprestasi di Piala Dunia U-20 sangat bertentangan dengan filosofi pembinaan olahraga prestasi di Indonesia. Langkah itu ibarat jalan pintas yang belum tentu menghasilkan prestasi yang diidamkan," ujar Syaiful Huda, kepada wartawan.

"Untuk jangka pendek, naturalisasi pemain bisa jadi cara cepat cetak prestasi. Kendati demikian pada jangkah menengah dan Panjang, naturalisasi pemain ini hanya memunculkan banyak dampak negatif," kata dia lagi.

PSSI juga diminta untuk mempertimbangkan nasib bibit-bibit muda tanah air yang sudah menempa diri demi mengejar mimpi membela tim Garuda.

"Bayangkan saja bagaimana perasaan para pemain muda kita saat tiba-tiba mereka harus bersaing dengan para pemain dari negara yang kultur sepakbola-nya lebih mapan. Terlebih mereka tahu jika para pemain dari negara lain tersebut mendapatkan berbagai fasilitas dari federasi baik secara langsung maupun tak langsung," kata Syaiful Huda.

Syaiful Huda kemudian juga menyoroti mengenai usaha dari para pesepakbola muda Indonesia agar bisa mencapai level teratas. Pengorbanan waktu dan finansial jelas akan terbuang percuma.

"Betapa besar biaya untuk melakukan semua itu. Namun saat ada kebutuhan untuk membentuk tim nasional, tiba-tiba pemerintah dan federasi lebih memilih melakukan naturalisasi pemain. Ini kan sangat ironis," kata Syaiful Huda.

Naturalisasi untuk Piala Dunia U-20 2021 juga disebut Syaiful Huda tak akan menunjukkan masalah paling di grass root sepakbola nasional.

"Faktor-faktor tersebut membuat pembinaan sepakbola Indonesia kerap kehilangan arah sehingga tidak mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan meskipun di leval Asia Tenggara. Tetapi kendala-kendala tersebut harusnya diurai, bukan ditutupi dengan melakukan naturalisasi pemain untuk menghasilkan prestasi instan," kata politisi PKB itu.

(cas/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com