sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 23 Sep 2020 18:22 WIB

DIY Jadi Kandang 7 Tim Shopee Liga 1, Pemda: Kami Izinkan, tapi...

Pradito Rida Pertana - detikSport
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji  di Kepatihan, DIY, Kamis (19/3/2020) Foto: Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengizinkan Shopee Liga 1 digelar di Yogyalarta dengan syarat ketat. (Pradito/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memberi lampu hijau penyelenggaraan Shopee Liga 1 di wilayahnya. Tapi, ada persyaratan yang mesti dipenuhi.

Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Maguwoharjo dipilih banyak tim untuk menjadi kandang di Shopee Liga I. PSS Sleman, Barito Putera, Persiraja Banda Aceh, dan Borneo FC berkandang di Sleman.

Sementara itu, Persija Jakarta, PSM Makassar dan Bali United memilih Bantul sebagai home base. Namun, izin tersebut dibarengi syarat khusus dari Pemda DIY.

"Prinsipnya kami izinkan tapi dilaksanakan tanpa penonton ya. Jadi, kami perbolehkan untuk kita selenggarakan di Yogya tapi tidak boleh ada penonton," kata Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (24/9/2020).

Menurutnya, selain Shopee Liga 1 ada beberapa event olahraga yang digelar di Yogyakarta. Di mana salah satunya adalah IBL. Aji menyebut jika penyelenggara sudah menghubungi pihaknya.

"Ada tiga event, semua kami izinkan tetapi tanpa penonton kedatangan sesuai jadwal main. Itu juga sudah pernah menghubungi saya mau menyelenggarakan di sini. Silakan saja diselenggarakan tapi kontingen jangan datang bersamaan karena kontingen itu kan datang banyak," ucapnya.

Beberapa aturan itu adalah official dan pemain hanya datang saat event berlangsung. Sedangkan penonton tidak boleh datang ke lokasi pertandingan.

"Datang ke Yogya sesuai jadwal akan main, sehingga tidak berkerumun di Yogya lalu penontonnya virtual jadi tidak boleh mendatangkan penonton dan kami memantau persiapan panitia untuk penyelenggaraan protokol kesehatan di lokasi," katanya.

"Angkutan juga kami atur, tidak boleh berdesak-desakan, tidak boleh gantian, pokoknya semua yang terlibat harus dilakukan swab secara berkala. Kami juga terjunkan teman-teman untuk mengamankan supaya tidak ada kerumunan, kalau ada kerumunan nanti tidak kami izinkan," imbuh Aji.

Menyoal adanya supporter yang nekat ke stadion datang untuk mendukung tim kebanggaannya di Shopee Liga 1, Aji mengaku akan memberikan sanksi. Bukan tanpa alasan, semua itu untuk mencegah adanya klaster baru.

"Suporter nekat masuk yang jelas panitia yang kena sanksi pertama. Kalau sampai melanggar ketentuan yang disepakati ya kami hentikan mendadak, urusan dia dengan kontingennya ya panitianya," katanya.

"Karena kami tidak ingin ada klaster sepakbola, klaster basket, kami tidak ingin," lanjut Aji.

(cas/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com