sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 24 Sep 2020 10:19 WIB

Piala Asia 1996: Gol Salto Widodo dan Shin Tae-yong di Kubu Lawan

Muhammad Robbani - detikSport
Widodo Cahyono Putro Widodo Cahyono Putro. (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta -

Piala Asia 1996 adalah kiprah pertama Timnas Indonesia di level kontinental. Ada kisah tentang gol salto Widodo Cahyono Putro dan pertemuan dengan Shin Tae-yong.

Indonesia selalu gagal melaju dari babak kualifikasi sejak pertama kali ikut untuk edisi 1968. Sementara Piala Asia sudah digelar sebanyak tiga kali sebelum Indonesia tampil untuk kualifikasi 1968 yakni sejak 1956, 1960, dan 1964.

Setelah tujuh kali gagal masuk babak utama, Indonesia akhirnya lolos untuk pertama kalinya pada edisi Piala Asia 1996. Rochy Putiray cs saat itu memuncaki Grup 4 babak Kualifikasi dengan meraih empat poin hasil sekali imbang 0-0 dengan Malaysia dan menang 7-1 atas India.

Di babak utama, Indonesia tak bisa berbicara banyak dengan hanya menjadi juru kunci Grup yang diisi tuan rumah Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Korea Selatan. Tapi bisa dimaklumi, itu adalah kali pertama Timnas Indonesia level senior main di ajang kontinental.

Lagi pula, hasil yang diraih tak buruk-buruk amat meski cuma meraih satu poin dari tiga pertandingan babak grup. Tim asuhan Danurwindo sebenarnya cukup berhasil dengan langsung mencuri satu poin dengan bermain 2-2 melawan Kuwait pada laga pertama.

Istimewanya, gol pertama Indonesia di Piala Asia dicetak dengan cara yang spektakuler. Widodo Cahyono Putro, striker Timnas Indonesia saat itu mencetak gol salto setelah menerima umpan dari sisi kanan yang dilepaskan oleh Ronny Wabia pada menit ke-20.

Bahkan Ronny Wabia berhasil menggandakan keunggulan Pasukan Garuda pada menit ke-20 sekaligus membawa timnya unggul 2-0 atas Kuwait. Sayang sang lawan berhasil menyamakan kedudukan lewat Hani Al-Saqer pada menit ke-73 dan Badr Haji Al-Halabeej lewat eksekusi tendangan penalti menit ke-84.

Gol Widodo dalam laga itu baru-baru ini dinobatkan sebagai yang terbaik dalam voting Bracket Challenge versi AFC. Sebanyak 72 persen voters memilih gol Widodo Cahyono Putro dalam babak final voting dan mengalahkan gol pemain Lebanon, Abbas Chahrour, yang cuma meraih 28 persen dukungan.




Pada laga kedua, Indonesia mendapat tantangan berat dengan menantang Korea Selatan, raksasa Asia yang menjadi langganan tampil di Piala Dunia. Pengalaman berbicara betul, Korea unggul 4-0 lewat gol Kim Do-hoon (5'), Hwang Sun-hong (7' & 15'), serta Ko Jeong-woon (55').

Meski begitu, Indonesia sanggup bangkit dengan mencetak dua gol lewat gol Ronny Wabia (58') dan Widodo (65'). Sayang tak ada gol tambahan lagi sampai akhir laga sehingga Indonesia kalah 2-4.

Menariknya, Shin Tae-yong turut tampil pada laga itu. Pria yang kini menjadi Pelatih Timnas Indonesia itu masuk dari bangku cadangan pada menit ke-33 untuk menggantikan Roh Sang-rae sebagaimana dicatat rsssf.

Timnas Indonesia kemudian menutup kiprahnya dengan kekalahan 0-2 dari tuan rumah UEA. Tuan rumah lolos ke babak berikutnya sebagai juara grup dan ditemani Kuwait serta Korea yang menempati posisi kedua dan ketiga.

Tiga edisi berikutnya, Indonesia juga selalu lolos ke babak utama yakni pada 2000, 2004, dan 2007 saat menjadi tuan rumah bersama Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Sejak saat itu, Indonesia absen panjang hingga saat ini.

Terkait penampilan Shin Tae-yong melawan Pasukan Garuda pada Piala Asia 1996, itu bukan kali pertama buatnya terlibat dalam laga melawan wakil Indonesia dalam pertandingan. Shin Tae-yong yang semasa kariernya cuma memperkuat satu klub alias one-club men, yakni Ilhwa Chunma, lebih dulu menghadapi Pelita Jaya pada ajang Asian Club Championship (cikal bakal Liga Champions Asia) 1994/95.

Sebagai informasi, klub Shin Tae-yong itu sering berganti nama; mulai dari Cheonan Ilhwa Chunma, Seongnam Ilhwa Chunma, dan terkini menjadi Seongnam FC.

Pada Asian Club Championship semusim berikutnya, 1995, Shin Tae-yong kembali berkesempatan menghadapi klub Indonesia lainnya yakni Persib Bandung. Tak cuma tampil, ia juga sekali membobol gawang Persib dalam kemenangan 5-2 Cheonan Ilhwa Chunma.

Delapan tahun berselang, Shin kembali berkesempatan dua kali bertemu Persik Kediri pada babak grup Liga Champions Asia 2004. Hasilnya, Seongnam Ilhwa Chunma menang 2-1 di kandang Persik, lalu menang fantastis dengan skor 15-0 saat gantian menjamu Macan Putih.

Hasil itu tercatat sebagai salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions Asia. Shin Tae-yong menjadi salah satu dari total 15 gol yang terjadi pada hari itu.




Seperti diketahui, 15 tahun berselang Shin Tae-yong ditunjuk PSSI menjadi Pelatih Timnas Indonesia dengan diperkenalkan secara resmi pada Desember 2019. Pengalaman masa lalu membuat sepakbola Indonesia tidaklah asing-asing amat buat pria 49 tahun itu.

(krs/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com