sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 30 Sep 2020 01:05 WIB

Shopee Liga 1 2020 Batal Lanjut, Persebaya: Kami Tidak Setuju Sejak Awal

Deny Prastyo Utomo - detikSport
Persebaya Surabaya memastikan meraih gelar Piala Gubernur Jatim 2020. Di partai final, mereka mengalahkan Persija Jakarta yang bermain dengan 10 pemain 4-1. Persebaya Surabaya sejak awal tak sepakat Shopee Liga 1 2020 dilanjutkan. (Foto: Rachman Haryanto)
Surabaya -

Lanjutan Shopee Liga 1 2020 ditunda. Persebaya Surabaya tak masalah, sebab memang dari awal tidak setuju kompetisi digelar karena protokol kesehatan belum jelas.

Kompetisi sepakbola tertinggi di tanah Air itu sejatinya akan mulai jalan lagi, Kamis (1/10/2020). Persebaya sempat dijadwalkan main awal melawan PSS Sleman, namun batal berganti PSS vs Persik Kediri.

Pada akhirnya, kompetisi yang diinginkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) bergulir lagi, batal terlaksana. Kepolisian tidak memberikan izin rekomendasi keramaian.

Keputusan itu membuat Persebaya membatalkan agenda latihan tim. Belum diketahui kapan latihan Persebaya bakal digelar lagi meski PSSI berharap tertundanya kompetisi cuma selama satu bulan.

"Ya, jadi seharusnya hari ini Persebaya ada agenda latihan. Tetapi kami mendengar kabar di media bahwa ada penundaan kick off yang semestinya 1 Oktober. Tadi siang semua tahu Ketua PSSI Mochamad Iriawan mengatakan ditunda ke November. Sementara kami, Persebaya meliburkan latihan sampai nanti ada pengumuman resmi," kata Sekretaris Persebaya, Rah Surahman, Selasa (29/9/2020).

Ram Surahman menegaskan jika sejak awal Persebaya telah menentukan sikap untuk tidak sepakat Shopee Liga 1 2020 dilanjutkan selama pandemi corona. Hal itu karena belum ada panduan protokol yang jelas.

"Kami dari awal Persebaya kan yang selalu menanyakan sebelum kompetisi dilanjutkan. Kami menyatakan tidak setuju. Kami sampai waktu itu belum ada detail seperti apa penanganan covid itu, seperti apa sebelum masa persiapan, saat kompetisi, bagaimana penanganan. Waktu itu tidak jelas, tidak ada," ungkap Ram Surahman.

"Sampai sekarang Persebaya tidak mendapatkan buku panduan itu, protokol kesehatan yang selalu digembar-gemborkan oleh PSSI sudah disiapkan. Sampai sekarang Persebaya belum dapat. Bahwa kemarin ada medical workshop dibahas, tapi itu kan belum menjadi dokumen resmi yang akan menjadi pegangan dan saya kira di medical workshop kemarin juga tidak terlalu detail."

"Termasuk bagaimana penanganan ketika ada yang terpapar. Di medical workshop kemarin hanya disebutkan harus melakukan karantina, Jadi ini yang saya kira menjadi PR (pekerjaan rumah) PSSI dan juga LIB. Ini ada penundaan maka mari kita benahi bersama-sama, karena apa yang kami alami di Persebaya ini setidaknya menjadi bukti nyata bahwa covid itu bisa menjadi ancaman kelanjutan kompetisi."

"Kami berharap ini bisa diimbangi oleh keseriusan teman-teman di LIB maupun PSSI. Kalau kompetisi ini dilanjutkan semuanya mari kita persiapkan lebih maksimal, detail lebih awal khususnya protokol kesehatan."

"Kami sepakat dan mendukung apa yang dikatakan oleh Pak Ketua Umum PSSI, bahwa untuk saat ini kesehatan dan keselamatan menjadi yang utama. Kalau kompetisi itu dilanjutkan, maka kesehatan dan keselamatan itu harus menjadi syarat mutlak yang harus terpenuhi dan diantisipasi dan dijaga," tegas Ram Surahman.

Persebaya sampai saat ini belum tahu bakal memulangkan pemain atau tidak. Bajul Ijo masih tetap mau fokus dengan tim yang sudah terkumpul.

"Belum. Jadi kami sekarang masih tetap fokus kepada tim ini. Karena tim ini sudah semua berkumpul dan sebetulnya kita sangat siap untuk ikut kompetisi," kata Ram Surahman.



Simak Video "Intip Latihan Perdana PSM Jelang Shopee Liga 1 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com