sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 13 Okt 2020 14:59 WIB

Kisah Topi Cokelat Pelatih Persib Bandung, Awalnya dari Hawaii

Yudha Maulana - detikSport
Robert Rene Alberts, Persib, Persib Bandung Kisah Topi Cokelat Pelatih Persib Bandung, Awalnya dari Hawaii. (Foto: dok. YouTube)
Bandung -

Robert Rene Alberts, pelatih Persib Bandung, kerap diidentikan dengan visor cap saat mengawal timnya berlaga di lapangan hijau. Usut punya usut, topi warna cokelat tersebut menjadi saksi bisu perjuangan pria asal Belanda itu di dunia sepakbola.

Robert ingat betul ketika itu sinar matahari begitu menyilaukan mata di pantai Hawaii pada tahun 1975. Ia bersama rekan satu timnya dari Vancouver Whitecaps, memang tengah berlibur saat itu.

"Itu sangat bersejarah. Itu didapatkan ketika saya masih aktif bermain sepakbola bersama Vancouver. Saat itu kami pergi ke Hawaii untuk berlibur dan di pantai tentu sinar matahari begitu menyilaukan," tutur Robert dalam konferensi virtual, Senin (13/10).

"Lalu ada orang di sebelah saya menawarkan saya topi coklat itu. Topi yang dia buat sendiri dan akhirnya saya mau membelinya. Setelah itu, sejak saya masih berusia 20 tahun, topi itu sudah selalu melekat dengan saya. Jadi sudah 45 tahun saya memakai itu," imbuh juru taktik Persib itu.

Meski hanya melindungi wajahnya dari paparan ultra violet, Robert mengaku nyaman menggunakan topi tersebut. Hampir di setiap kesempatan, topi itu tak pernah lupa ia pakai. "Itu selalu saya gunakan karena untuk menutupi matahari, itu adalah alasan utamanya," tutur Robert.

Robert mengakui, banyak topi yang ia gunakan selain topi andalannya. Namun, ia tak pernah menjadikannya barang koleksi khusus. "Saya punya banyak topi, tapi saya tidak mengoleksinya," katanya.

Malang melintang di dunia sepakbola bersama topi kesayangannya, Robert telah melihat banyak hal. Sesuatu positif yang paling disukainya, adalah melihat orang-orang di sekitarnya berkembang. Termasuk di Persib saat ini.

"Melihat pemain berkembang, dan ide saya sebagai pelatih, materi yang diterapkan di latihan bisa menunjukan hasil yang bagus di lapangan. Dan statistik berbicara, karena ada beberapa orang melihat itu di karir saya, saya sudah melakukan tugas dengan baik," katanya.

"Bukan saya mau bicara bagusnya karir saya, tapi dari statistik berbicara saya bisa mendapat beberapa gelar dan mempromosikan tim. Jumlah kemenangan jika dibandingkan dengan kekalahan terbilang lebih banyak. Saya juga adalah pelatih yang bisa menjuarai liga dengan tidak terkalahkan bersama tiga klub dalam tiga liga berbeda. Jadi itu sesuatu yang bisa dibanggakan, karena itu bukan suatu keberuntungan. Jadi saya sangat suka menjadi pelatih," pungkas Robert Rene Alberts.

(yum/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com