sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 15 Okt 2020 16:55 WIB

Shin Tae-yong Utak-atik Timnas U-19 untuk Hadapi Bosnia-Herzegovina

Muhammad Robbani - detikSport
Timnas Indonesia U-19 latihan perdana bersama pelatih Shin Tae-yong di Stadion Madya, Jakarta, Jumat 8 Agustus 2020. Hadapi Bosnia-Herzegovina, Shin Tae-yong Otak-atik Lagi Timnas U-19 (detikcom/Rifkianto Nugroho)
FOKUS BERITA Garuda Muda di Eropa
Jakarta -

Shin Tae-yong ingin Timnas Indonesia U-19 memainkan formasi baru untuk laga kontra Bosnia-Herzegovina. Eksperimen akan terus dilakukan buat Garuda Muda.

Terkini, Timnas U-19 baru saja ditahan imbang Makedonia Utara dengan skor 0-0, Rabu (14/10/2020). Timnas U-19 gagal mengulangi kemenangan atas Makedonia seperti pertemuan pertama.

Dalam laga itu, rotasi di beberapa posisi dilakukan Shin Tae-yong selaku pelatih kepala Timnas U-19. Tak ada nama Rizky Ridho, Bagas Kaffa, hingga David Maulana di daftar 11 utama.

Karena permainan buntu, Shin Tae-yong akhirnya memainkan pemain utama lagi pada babak kedua. Lagi-lagi, terlihat perbedaan kualitas antara pemain utama dengan para pemain pelapis sebagaimana terjadi pada laga kontra Bosnia-Herzegovina pada September lalu.

Namun hal itu tak membuat Shin Tae-yong berhenti melakukan eksperimen. Ia bahkan mengungkapkan bakal mengganti formasi timnya.

"Karena ada banyak pertandingan uji coba, para pemain tidak punya banyak waktu istirahat. Jadi setelah latihan recovery besok (hari ini, Kamis), selanjutnya kami akan berikan libur satu hari," kata Shin Tae-yong di PSSI TV.

"Setelah itu kami akan mencoba alternatif formasi dan taktik baru. kedua tim bermain ngotot, para pemain telah bekerja keras. Namun potensi tim yang sesungguhnya tidak keluar juga," ujarnya menambahkan.

Para pemain utama yang dimainkan pada babak kedua nyatanya juga tak bisa memecah kebuntuan. Padahal dengan susunan pemain yang sama bisa menang 4-1 atas Makedonia Utara pada pertemuan sebelumnya.

Untuk itu, Shin Tae-yong masih akan terus mencari kelemahan Timnas U-19 dengan melakukan beberapa eksperimen. Formasi 4-4-2 yang selama ini ia gunakan, berpotensi akan diganti demi menyesuaikan dengan kualitas para pemainnya.

"Mental pemain sudah lebih baik. Namun power dan passing masih harus ditingkatkan lagi kualitasnya. Selain itu, kemampuan mencari ruang di belakang garis pertahanan lawang juga masih kurang," tutur pelatih asal Korea Selatan itu.

(aff/cas)
FOKUS BERITA Garuda Muda di Eropa
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com