sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 22 Okt 2020 14:39 WIB

Bos PSS Sleman Bicara soal Kompetisi dan Timnas

Jauh Hari Wawan S - detikSport
Pesepak bola PSS Sleman Asyraq Gufron R (kedua kanan) menyundul bola dibayangi pesepak bola Persib Bandung Wander Luiz Queiroz Dias (kanan) saat pertandingan Sepak Bola Liga 1 2020 di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww. Bos PSS Sleman, Marco Paulo Garcia, membahas pentingnya kompetisi untuk Timnas. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta -

Bos PSS Sleman, Marco Gracia Paulo, ikut mengomentari mengenai pentingnya kompetisi untuk Timnas Indonesia. Apa katanya?

Nasib Shopee Liga 1 2020 masih gelap, mau lanjut atau setop dan mulai kompetisi baru masih belum ada kejelasan.

Bergulirnya kompetisi tentunya akan menjadi bagian penting untuk Tim Nasional. Pasalnya, pemain akan merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya dan menjaga mentalitas.

Bahkan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong juga membutuhkan kompetisi untuk memantau perkembangan pemain. Apalagi akan banyak agenda Timnas Indonesia dalam waktu dekat.

Timnas senior misalnya yang akan tampil di sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF. Begitu juga dengan Timnas U-16 yang bakal tampil di Piala Asia U-16, sementara Timnas U-19 akan main di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 2021.

Marco menyebut ada dua sisi dari kompetisi yang merupakan ujung dari sebuah tim nasional.

"Timnas itu konsekuensi logis dari kompetisi. Sejatinya pemain memang dibina di kompetisi. Semua hal yang didapat di kompetisi dibawa ke timnas yang menjadi panggungnya. Dalam konteks ini saya sepakat," kata Marco dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

Bos Super Elang Jawa itu paham jika kompetisi di Indonesia pada masa pandemi COVID-19 ini agak berbeda.

"Selain itu dari segi competitiveness, tidak terjadi keseimbangan kompetitif di kompetisi, seperti dikatakan sebelumnya bahwa kompetisi jadi ujung timnas, akan terasa dampaknya nanti di Timnas," ungkapnya.

Kompetisi yang terkesan dipaksakan untuk bergulir, kaya Marco, justru punya dampak yang tidak signifikan untuk Timnas. Bisa jadi pemain justru terkena COVID-19 dan tidak bisa membela Timnas.

"Dalam konteks lain terkait situasi saat ini, adanya pandemi Corona dan lain-lain, jika memang direlasikan dengan keadaan yang ada, jika dipaksakan kompetisinya bisa jadi tidak memberi apa yang diinginkan ke timnas," terangnya.

"Untuk tahun ini memang tahun tidak normal, memang kita harus dari dimensi yang berbeda untuk hal itu. Itu jika dihubungkan langsung dengan konteks yang ada di Indonesia," kata eks Bos Badak Lampung itu.

(cas/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com