'Drama' Bagus Kahfi Sebelum Gabung FC Utrecht

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 07 Des 2020 19:00 WIB
Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri
'Drama' Bagus Kahfi Sebelum Gabung FC Utrecht (dok.Garuda Select)
Jakarta -

Bagus Kahfi sempat melewatkan tawaran trial lain di Norwegia. Hal itu terjadi sebelum ia direkrut klub Belanda, FC Utrecht.

Hal itu diketahui dari komentar Ole Martin EK, yang merepresentasikan X-One Agency, agensi pemain asal Norwegia. Saat itu Ole Martin membalas komentar Dennis Wise saat Bagus Kahfi meluapkan kekecewaan karena sempat hampir gagal bergabung ke FC Utrecht.

Ole Martin saat itu mempertanyakan kapasitas Dennis Wise dalam transfer Bagus Kahfi ke FC Utrecht. Menurutnya, Dennis Wise yang merupakan Direktur Sepakbola Garuda Select, tak bisa bertindak sebagai seorang agen pemain.

Dennis Wise memang bukan agen karena dia diduga tak punya sertifikat untuk menjalani pekerjaan itu. Sementara Dennis Wise kerap bertindak sebagai mediator pemain-pemain Garuda Select ke klub-klub Eropa.

Sementara saat X-One Agency tertarik, Bagus Kahfi dan Garuda Select malah melewatkan tawaran itu. Padahal mereka merasa punya hak menawarkan kesempatan itu.

Kebetulan Bagus bukan pemain Indonesia pertama yang menarik perhatian X-One Agency. Hambali Tolib yang kini memperkuat Persebaya Surabaya pernah mereka bawa untuk trial di Kroasia.

Bakat dari Indonesia juga bukan satu-satunya yang dipantau X-One Agency. Ikhsan Fandi asal Singapura yang kini berkarier di Norwegia juga merupakan pemain bawaan dari agensi ini.

Bakat-bakat pemain Asia memang punya tempat khusus karena agensi ini punya anggota dengan darah keturunan India. Karena itu lah bakat Bagus tak luput dari perhatian mereka.

"Mulai tahun depan kami akan bekerja sama dengan agensi Indonesia yang punya hubungan dengan Bagus, Bagas Kaffa, dan beberapa pemain muda potensial Indonesia lainnya," kata Ole Martin kepada detikSport.

"Liga Norwegia bagus buat pemain Indonesia karena bisa menjadi batu loncatan buat mereka. Pemain Indonesia dikenal punya kecepatan, teknikal, dan enak ditonton karena senang bermain menyerang," ujarnya.

"Masalahnya mereka akan terkendala dengan fisik dan harus beradaptasi dengan situasi sepakbola Eropa. Itulah kenapa Liga Norwegia atau kompetisi di Skandinavia lain cocok buat pemain-pemain Indonesia jika mau sukses di kompetisi yang lebih besar," katanya lagi.

(Selanjutnya: Bagus Kahfi akhirnya bergabung ke FC Utrecht)