Dikirim Barito Putera ke Pesantren, Ini Kata Yudha Febrian

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 08 Des 2020 17:17 WIB
Mochamad Yudha Febrian sudah siap menjalani program yang disiapkan Barito Putera. Laskar Antasari akan membina mental pemainnya itu di pesantren.
Mochamad Yudha Febrian siap dibina Barito Putera di pesantren. (Foto: dok.Barito Putera)
Jakarta -

Mochamad Yudha Febrian sudah siap menjalani program yang disiapkan Barito Putera. Laskar Antasari akan membina mental pemainnya itu di pesantren.

Program ini dipilih Barito setelah sang pemain terbukti melakukan tindakan indisipliner saat masih memperkuat Timnas Indonesia U-19. Yudha bersama Serdy Ephy Fano ketahuan pulang dini hari ke hotel.

Meski Timnas U-19 tak punya aturan jam malam, Yudha dan Serdy dianggap tak bertanggung jawab. Mereka berdua terlambat datang ke latihan pada, Senin (23/11/2020).

Barito sebagai klub Yudha mengambil sikap dengan mengirim sang pemain ke pesantren. Yudha pun siap menjalani pembinaan setelah menandatangani surat tanda kesediaannya menjalani program dari klub.

"Saya berjanji setelah program pembinaan ini saya tidak melakukan hal yang sama. Saya sangat menyesal karena kasus ini gara-gara kesalahan saya sendiri," kata Yudha di laman resmi Barito.

Sikap Barito terhadap Yudha ini terbilang ringan dan bijak. Bandingkan dengan Bhayangkara Solo FC yang akhirnya memutus kontrak Serdy karena kesalahan yang sama.

Untuk itu, Yudha pun sangat bersyukur dengan kebaikan para pengurus Barito. Ia tak semalang Serdy yang dilepas klub di masa-masa sulit.

"Saya sangat bersyukur Alhamdulillah atas kebaikan manajemen Barito Putera menyikapi masalah yang saya perbuat ini," ujar pemain yang juga pernah memperkuat Timnas Indonesia U-16 ini.

Laskar Antasari sudah memilih pesantren yang akan membina Yudha. Meski tak disebutkan, pesantren yang dimaksud disebut-sebut berada di Tasikmalaya.

Yudha tak akan meninggalkan sepakbola selama menjalani pembinaan di pesantren. Barito tetap akan mengawal dan membimbing latihan pemain mudanya itu.

"Persiapan yang saya bawa paling sarung, baju koko, kopiah dan alat sholat. Selain itu juga saya bawa baju buat latihan dan sepatu bola," tutur pemain asal Cibinong, Jawa Barat.

"Manajemen dan tim pelatih membuatkan saya program latihan buat menjaga kondisi di sana. Nanti juga ada pelatih dari Barito Putera yang mendampingi saya selama berlatih di pesantren," ucapnya.

(cas/rin)