Soal Wakil Indonesia di Piala AFC 2021, PSSI Pakai Acuan Musim 2019

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 10 Des 2020 22:00 WIB
logo piala afc 2020
PSSI pakai acuan musim 2018 untuk wakil Indonesia di Piala AFC musim depan. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

PSSI akan menentukan wakil Indonesia di Piala AFC 2021 dengan mengacu ke kompetisi musim 2019. Keputusan segera diambil lewat rapat Komite Eksekutif (Exco).

Setidaknya ada enam klub yang berpeluang ditunjuk untuk menemani Bali United ke Piala AFC tahun depan. Satu slot kemungkinan sudah menjadi milik Bali United karena statusnya sebagai juara Shopee Liga 1 2019.

Kebetulan Bali United juga sudah mengantongi lisensi AFC yang menjadi syarat utama untuk tampil di kompetisi antar-klub Asia. Sementara PSM Makassar yang sempat mewakili Indonesia di Piala AFC 2019, tak mendapat lisensi AFC.

PSSI belum lama ini sudah mengesahkan status profesional klub Shopee Liga 1 yang salah satu di antaranya adalah Bali United. Enam klub lainnya adalah Borneo FC, Bhayangkara FC, Persib Bandung, Arema FC, Persipura Jayapura, dan Persija Jakarta.

"Rabu pekan depan (16/12/2020) akan ditentukan dalam rapat Exco. Nantri setelah rapat ada keputusan. Hasilnya kita lihat nanti," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada wartawan, Kamis (10/12).

Seharusnya penentuan Indonesia di Piala AFC 2021 mengacu ke kompetisi domestik musim 2020. Sayangnya, Shopee Liga 1 2020 baru berjalan tiga pekan karena dihentikan sejak pertengahan Maret lalu dan belum lanjut lagi hingga saat ini.

PSSI mau tak mau akan menentukan wakilnya dengan mengacu ke musim 2019. Indonesia punya jatah mengirim dua wakil yakni juara Shopee Liga 1 dan juara Piala Indonesia.

Juara Shopee Liga 1 langsung masuk fase grup. Sementara juara Piala Indonesia akan mengawalinya dari babak kualifikasi.

Masalahnya, juara Piala Indonesia adalah PSM Makassar yang tak lolos lisensi AFC. Nah, Persija Jakarta selaku runner-up Piala Indonesia disebut-sebut akan menjadi pengganti PSM di Piala AFC 2021.

"Saya tak mau berandai-andai. Karena itu akan menjadi kewenangan Exco. Mungkin akan melihat hasil dari musim lalu (2019) bukan sekarang (2020), pokoknya di antara 7 klub yang lolos (lisensi AFC) itu," ujar Yunus Nusi.

(cas/rin)