Kontroversi PSSI Tunjuk Persija Jakarta ke Piala AFC

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 17 Des 2020 16:20 WIB
Logo PSSI
Apakah PSSI salahi aturan dengan menunjuk Persija Jakarta ke Piala AFC 2021? (Foto: detikcom/Randy Prasatya)
Jakarta -

Persija Jakarta ditunjuk oleh PSSI menjadi wakil Indonesia di ajang Piala AFC 2021. Keputusan federasi sepakbola nasional itu menyalahi aturan?

Seharusnya PSM Makassar yang berhak atas satu tiket itu karena berstatus juara Piala Indonesia 2018/2019. Namun, PSM tak lolos verifikasi lisensi AFC sehingga jatah mereka ke Piala AFC hangus dan dilimpahkan ke klub lain.

Hal ini yang menimbulkan perdebatan soal siapa yang berhak atas limpahan tiket dari PSM. Berkaca ke Inggris, jatah tampil ke Liga Europa dari jalur juara Piala FA atau Piala Liga biasanya dilimpahkan ke tim dengan posisi tertinggi di klasemen kompetisi domestik, bukan ke tim runner-up.

Contohnya saat Tottenham Hotspur mendapat tiket limpahan Liga Europa meski cuma menempati peringkat ke-6 klasemen akhir Liga Inggris musim 2019/20. Manchester City yang menjuarai Piala Liga 2019/10 tak mengambil jatah Liga Europa karena sudah lolos ke Liga Champions.

Tottenham kelimpahan tiket itu karena peringkat ke-5 Liga Inggris yakni Leicester City sudah mendapat tiket otomatis ke Liga Europa. Tiket limpahan tidak diberikan ke Aston Villa yang merupakan runner-up Piala Liga, tetapi diberikan ke tim dengan peringkat tertinggi di klasemen akhir Liga Inggris.

Nah, contoh di atas juga seharusnya menjadi acuan PSSI dalam menentukan wakil Indonesia di Piala AFC 2021. Terlebih, ada juga ketentuan dari AFC soal perwakilan klub untuk kompetisi antar-klub Asia (Liga Champions Asia dan Piala AFC).

Dalam Entry Manual for AFC Club Competition 2021 dijabarkan syarat-syarat klub bisa tampil di kompetisi antar-klub Asia. Secara spesifik, aturan ini tertuang dalam pasal 9 tentang Sporting Criteria atau kriteria keolahragaan (sportivitas).

Untuk memenuhi kriteria keolahragaan, klub harus telah memperoleh salah satu (1) dari berikut ini (yaitu harus diterapkan dalam urutan menurun untuk menentukan klub perwakilan dari Asosiasi Anggota):

9.1.1. pemenang liga divisi teratas domestik;
9.1.2. pemenang piala domestik;
9.1.3. runner-up liga divisi teratas domestik;
9.1.4. tempat ketiga liga divisi teratas domestik;
9.1.5. tempat keempat liga divisi teratas domestik (hanya berlaku jika tidak ada Piala Liga domestik yang berlaku di Pasal 9.1.2).

Dalam ketentuan di atas, prioritas pertama perwakilan itu adalah tim dengan peringkat teratas (juara) di klasemen akhir kompetisi domestik (liga). Lalu prioritas kedua untuk klub yang juara Piala Domestik (Piala Liga). Piala Liga di Indonesia digelar dengan nama Piala Indonesia.

Prioritas ketiga adalah runner-up kompetisi domestik. Prioritas keempat adalah peringkat ketiga kompetisi domestik dan seterusnya.

Kesimpulannya, jatah tampil kompetisi Asia bisa diturunkan ke tim lain berdasarkan klasemen kompetisi domestik. Tak disebutkan runner-up Piala Domestik berhak mendapatkan tiket kompetisi antar-klub Asia.

detikSport sudah mencoba menghubungi PSSI terkait alasan mereka memilih Persija Jakarta. Begitu juga ke Persija apakah mereka akan menerima keputusan PSSI itu. Tapi, baik PSSI dan Persija belum memberikan respons.

(cas/aff)