Pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2 Ikutan Tarkam

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 04 Jan 2021 14:45 WIB
Sejumlah pemain sepakbola bermain di Lapangan Ceringin, Bojong Gede, Jawa Barat, Minggu (3/1/2020). Liga 1 yang tak kunjung digelar membuat sejumlah pemain profesional kini ikut bermain pertandingan antar kampung atau tarkam.
Pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2 Ikutan Tarkam. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sejumlah pemain-pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2 meramaikan pertandingan Antar Kampung (tarkam) di Lapangan Ceringin, Kabupaten Bogor.

Total ada 14 pemain profesional dari Shopee Liga 1 dan Liga 2 yang ambil bagian dalam pertandingan tarkam di hari Minggu (3/1/2021) kemarin. Beberapa nama di antaranya adalah Rizky Darmawan, Rishadi Fauzi, Nurhidayat Haji Haris, Ade Djantra hingga Amra Hehanussa.

Rizky Darmawan dan Rishadi Fauzi adalah eks Persija Jakarta yang kini bermain di Liga 2. Ade Jantra juga eks Persija yang kini memperkuat Persita Tangerang. Nurhidayat adalah pemain Timnas Indonesia U-23 yang belum lama ini dipanggil Shin Tae-yong untuk latihan persiapan SEA Games 2021.

Sementara Amra Hehanussa adalah bek muda Persija. Selain itu, ia juga merupakan adik kandung dari bek kiri Persija yakni Rezaldi Hehanussa.

Para pemain profesional ini digabungkan dalam satu tim bernama Rondo FC untuk menghadapi RMC FC selaku pihak pengundang. RMC adalah klub lokal asal Citayam yang biasa bertanding di turnamen-turnamen terbuka atau yang biasa disebut Tarkam.

Kondisi lapangan pertandingan tarkam antara Rondo melawan RMC jauh dari kata ideal untuk seukuran pemain-pemain dari Shopee Liga 1 dan Liga 2. Beberapa bagian lapangan bahkan tidak ditumbuhi rumput.

Kondisi itu diperparah dengan hujan yang turun di hampir sepanjang pertandingan. Tapi karena kualitas yang terlalu jauh, Rondo tetap bisa memenangi pertandingan dengan skor telak 5-0 atas RMC.

Koordinator RMC Basudin Bokor sudah terbiasa mengundang para pemain profesional untuk ambil bagian dalam laga tarkam yang dia atur. Ini bukan kali pertama ia mengajak pemain-pemain dari Shopee Liga 1 atau Liga 2.

Sejumlah pemain sepakbola bermain di Lapangan Ceringin, Bojong Gede, Jawa Barat, Minggu (3/1/2020). Liga 1 yang tak kunjung digelar membuat sejumlah pemain profesional kini ikut bermain pertandingan antar kampung atau tarkam.Sejumlah pemain sepakbola bermain di Lapangan Ceringin. Minggu (3/1/2020). Foto: Rifkianto Nugroho

"Pertandingan (Rondo melawan RMC) cuma satu kali saja, itu cuma persahabatan antara pemain Liga Shopee melawan RMC yang saya koordinir. Sekadar uji coba untuk anak-anak buah saya saja," kata Basudin Bokor kepada detikSport.

"Kami mengajak mereka sebagai sparring partner. Pemain liga pada mau. Yang penting aman dengan protokol, karena sekarang kan zaman COVID-19. Pemain juga bawa masker dan itu memang kami siapkan," ujarnya menambahkan.

Koneksi Basudin Bokor dengan para pemain-pemain profesional berasal dari jalur tarkam. Kebetulan beberapa pemainnya ada yang mengenal pemain dari Shopee Liga 1.

Mereka diajak untuk mengukur kemampuan para pemain RMC. Kebetulan RMC juga bersimpati atas kondisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 yang hingga kini masih menggantung.

Tapi Basudin Bokor atau yang dikenal dengan panggilan Bang Bokor tak bisa menjanjikan bayaran besar buat para pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2. Meski menolak menyebut angka, ia tak menyanggah ketika angka Rp 500 ribu disebut.

Dari total 16 pemain profesional yang diajak, dua pemain berhalangan hadir. Mereka adalah Rezaldi Hehanussa dan Amarzukih.

"Liga kan lagi nggak ada nih, job-job turnamen di daerah juga kan lagi disetop. Ibaratnya lagi nggak ada pemasukan buat mereka. Kami kasih sekadar buat ongkos-ongkos mereka saja," tutur Bang Bokor.

"Karena kan mereka nggak ada pemasukan sama sekali. Ya sekitar itu (Rp 500 ribu) per orang tergantung kualitasnya. Beda-beda tiap pemain. Kami sekadar kasih uang menjamu, nggak bisa memberi seperti uang sponsor-sponsor besar," ucapnya.

Adapun pemain-pemain profesional yang diajak kebanyakan berasal dari Jabodetabek. Meski lokasi lapangan cukup terpencil, setidaknya masih bisa dijangkau pemain-pemain dari Jabodetabek.

Tak ada fasilitas penjemputan juga buat para pemain profesional ini untuk bertanding melawan RMC. Dari pantauan detikSport, mayoritas pemain Shopee Liga 1 dan Liga 2 membawa sepeda motor untuk datang ke Lapangan Ceringin.

"Mereka kan ada yang di Bekasi-Tangerang. Ada yang terlambat sampai, harusnya 15.30 sampai, tapi karena pakai kendaraan sendiri, jadi sempat ada yang kesasar," ucap Bang Bokor.

Pertandingan tarkam antara Rondo melawan RMC selesai sekitar pukul 17.50 WIB. Karena kondisi hujan, para pemain pun berhamburan meninggalkan lapangan dengan kendaraannya masing-masing.

(krs/cas)