PT LIB Belum Menyerah Perjuangkan Shopee Liga 1

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 04 Jan 2021 19:00 WIB
Persita Tangerang vs PSM Makassar digelar di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Tangerang, Jumat (6/3/2020). Laga berakhir dengan skor 1-1.
PT LIB Belum Menyerah Perjuangkan Shopee Liga 1 (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus mengusahakan perizinan kepolisian demi kelanjutan Shopee Liga 1 dan Liga 2. Sampai sekarang izin masih belum didapat.

Setidaknya sudah tiga kali PT LIB mengirim surat ke Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dari tiga kali usaha itu belum ada jawaban dari Polri akan memberikan lampu hijau.

Adapun PT LIB bersama PSSI telah menargetkan izin keluar pada akhir Desember 2020. Target itu dicanangkan agar klub-klub setidaknya punya waktu persiapan minimal satu bulan untuk terjun ke kompetisi.

Nyatanya, hingga kini kepastian kompetisi Shopee Liga 1 masih menggantung. Klub pun belum ada yang memulai persiapan di tengah ketidakpastian.

"Ya paling masih diusahakan, tidak ada yang baru. Jadi saya juga kurang senang tidak ada update signifikan. Kami berharap pekan ini bisa bertemu dari pimpinan tertinggi Polri," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada wartawan soal update perizinan kompetisi.

Beberapa klub sudah mengindikasikan melempar handuk. Misalnya Madura United yang sudah membubarkan tim atau Persebaya Surabaya yang dikabarkan akan mengambil langkah serupa.

Ada juga Persija Jakarta yang belum lama ini mengeluarkan pernyataan. Macan Kemayoran menagih kepastian kompetisi karena menyangkut kontrak beberapa pemainnya yang segera habis.

Persija tengah bimbang soal itu. Bisa saja mereka memperpanjang kontrak beberapa pemainnya. Tapi itu akan menjadi sia-sia jika pada akhirnya kompetisi ternyata dihentikan.

Apalagi PSSI juga baru saja mengumumkan sikap terhadap kondisi ini. Mereka bisa saja mengambil keputusan tegas menghentikan kompetisi.

PSSI akan mengambil keputusan dengan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco). Rencananya agenda itu akan digelar pada pertengahan Januari ini.

"Kami juga harus menghormati keputusan klub karena kondisinya juga sulit, mau maju tidak ada kepastian. Tapi mau didiamkan juga serba salah, jadi terpaksa mengambil yang paling aman dulu kan," ujar Lukita.

"Terpaksa dibubarkan dulu nanti kalau jalan ya direkrut lagi. Kami harus menghormati lah kondisi klub daripada terus gantungin juga latihan juga sulit. Jadi saya maklum dengan kondisi klub, pemainnya juga, PSSI dan LIB juga memang dalam kondisi sulit," ucapnya.

(aff/krs)