sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 06 Jan 2021 16:00 WIB

Shopee Liga 1: Penggawa Persib Bandung Murung, Alami Masalah Finansial

Yudha Maulana - detikSport
Robert Rene Alberts Robert Rene Alberts mengungkap pemain Persib Bandung dalam suasana hati dan kondisi finansial yang buruk. (Foto: detikcom/Yudha Maulana)
Bandung -

Penggawa Persib Bandung sedang dalam suasana hati dan kondisi finansial tak baik karena Shopee Liga 1 belum mulai lagi.

Hal itu yang diungkap oleh pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. Menurutnya para penggawa skuat Maung Bandung murung dan kehilangan motivasi.

"Para pemain tidak termotivasi, pemain murung, banyak juga dari mereka mengalami masalah finansial. Dan bukan hanya pemain, kami juga berbicara dengan banyak staf dan juga tim pelatih. Seperti yang pernah saya katakan, kami adalah korban dari kebijakan pihak otoritas di Indonesia, pihak otoritas sepakbola," ujar Robert di Graha Persib, Kota Bandung, ditulis Rabu (6/1/2021).

Setelah menggelar rapat di antara manajemen dan jajaran pelatih pada Selasa (5/1), Persib memutuskan untuk menghentikan program latihan tim.

Pertimbangannya karena Shopee Liga 1 yang rencananya bakal digelar Februari, sampai detik ini belum jelas juntrungannya. Kendati begitu, para pemain tetap harus berlatih dengan program mandiri masing-masing.

"Saya rasa PSSI sudah cukup menggelar pertemuan sejauh ini, itu opini saya. Mereka hanya bertemu dan bertemu tapi tidak ada kesimpulannya, kami masih tetap tidak bisa bermain sepakbola, kami masih tanpa gaji dan kami masih tetap dalam situasi ragu mengenai masa depan termasuk orang yang terlibat di sepakbola Indonesia seperti suporter," kata pria asal Belanda itu.

Menurutnya, saat ini yang paling tepat adalah berhenti untuk merancang untuk kelanjutan Liga 1 2020, tetapi sebagai gantinya otoritas sepakbola harus fokus menatap musim 2021. Ia menyayangkan kondisi ini, sebab menurutnya Shopee Liga 1 merupakan salah satu liga terbaik di Asia dengan jumlah pendukung yang bejibun.

"Padahal ini adalah negara yang paling banyak suporternya di Asia. Jadi saat ini semua orang dalam posisi yang kebingungan dan kami butuh arahan yang jelas. Dan saya sekali lagi menekankan untuk berhenti memikirkan Liga 2020, hentikan sesuai aturan FIFA dan fokus menatap musim 2021 supaya semua bisa kembali segar dan termotivasi lagi. Kami ada salah satu liga terbaik di regional ini tapi saat ini kami satu-satunya negara yang tidak bermain sepakbola," katanya.

(yum/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com