sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 16 Jan 2021 01:00 WIB

Siasat Pemain PSS Atasi Krisis Keuangan Saat Tak Ada Kompetisi

Jauh Hari Wawan S - detikSport
Kiper PSS Sleman, Ega Rizky Pramana. Pemain PSS Sleman Ega Rizky Pramana mengunkap siasat mengatasi masalah finansial saat kompetisi setop. (Foto: dok.PSS Sleman)
Sleman -

Ketidakpastian kompetisi sepakbola di Indonesia membuat para pemain mulai berpikir untuk mencari pekerjaan sampingan. Pemain PSS Sleman mengungkap caranya.

Sudah 10 bulan ini Shopee Liga 1 mandek. Selain itu, adanya kebijakan terkait nominal gaji para pemain selama pandemi virus Corona membuat mau tidak mau harus mencari penghasilan tambahan.

Dampak pandemi ini dirasakan benar oleh kiper andalan PSS Sleman Ega Rizky Pramana. Untuk menambah pemasukan, kiper berusia 28 tahun ini tengah mencari ide untuk memulai berwirausaha.

"Ada keinginan membuka usaha namun belum ada ide," kata Ega kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

Untuk memulainya, Ega kini banyak menjalin relasi dengan koleganya. Ia berharap mendapatkan sumbangan ide dari kawan-kawannya.

"Jadi saat ini banyak doa serta menjalin silaturahmi sebanyak mungkin dengan teman-teman agar menemukan banyak ide," ucap ayah satu anak ini.

Sebelum Ega, di skuat Super Elang Jawa ada Irkham Zahrul Mila yang merambah dunia wirausaha. Winger muda PSS itu menanam pepaya sejak April lalu. Saat ini, ia tinggal menanti hasil panen perdana.

"Selain latihan dan jaga kondisi mumpung masih di rumah, Mila juga sambil silaturahmi sama teman-teman. Dan satu lagi, Mila sering ke sawah untuk melihat pepaya yang sudah mulai panen," ungkap Mila.

Namun, mandeknya kompetisi karena pandemi tidak melulu direspon negatif. Bagi gelandang Laskar Sembada, Jefri Kurniawan, ada nilai positif yang bisa dipetik. Ia sekarang mempunyai waktu lebih banyak untuk berkumpul dengan keluarga dan menjadi pelatih di Sekolah Sepak Bola atau SSB.

"Beberapa bulan lalu, saya mengikuti kursus lisensi kepelatihan. Mumpung ada waktu, akhirnya saya coba untuk melatih anak-anak di SSB," kata Jefri.

Pada November 2020 Jefri dan satu pemain PSS lainnya, I Gede Sukadana, memang mengikuti kursus kepelatihan lisensi C AFC yang digelar oleh PSSI melalui Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) di Bali.

Setelah mendapat cukup bekal, Jefri pun langsung mengimplementasikan ilmunya dengan ikut menjadi pelatih di SSB. Menurut Jefri, ini adalah langkah tepat sebagai persiapan ketika ia sudah pensiun menjadi pemain sepakbola.

"Saya masih punya waktu dan kesempatan untuk mempersiapkan transisi setelah tidak lagi bermain sepakbola nantinya. Salah satunya dengan menerapkan ilmu kepelatihan yang saya dapatkan kemarin," kata Jefri.

(cas/adp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com