sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 16 Jan 2021 21:50 WIB

Persib Usul Shopee Liga 1 2021 Ikut Jadwal Eropa

Randy Prasatya - detikSport
Persib Bandung Persib Bandung ingin jadwal Shopee Liga 1 2021 ikut kalender Eropa. (Foto: detikcom/Yudha Maulana)
Bandung -

Mayoritas klub sudah meminta Shopee Liga 1 2020 dibatalkan dan diganti perhelatan 2021. Pada kalender baru, Persib Bandung berharap jadwal sesuai dengan ajang di Eropa.

Para perwakilan klub-klub Shopee Liga 1 telah melakukan pertemuan dengan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Jumat (15/1/2021). Dari hasil pertemuan itu, klub-klub menyampaikan agar kompetisi 2020 dibubuarkan dan langsung diganti dengan kompetisi 2021.

Tak ada klub yang menolak hal itu, semua setuju untuk kompetisi baru. Di sisi lain, LIB harus menyerahkan masukkan klub kepada PSSI untuk diambil keputusan final.

"Pertemuan tadi belum final. Baru meminta aspirasi dari setiap klub. Kami dari Persib, sangat mengerti situasi pandemi (COVID-19) saat ini. Tapi, sebagai klub profesional memang seharusnya kita berkompetisi," kata Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahjono, yang dikutip dari situs resmi klub.

"Di tengah pandemi, dalam situasi seperti ini negara lain juga sudah jalan (kompetisi)," sambungnya.

Teddy menyambut baik wacana penyelenggaraan kompetisi Shopee Liga 1. Di sisi lain, dia mengusulkan kompetisi liga dimulai pada bulan Agustus, mengikuti jadwal kompetisi di Eropa. Menurutnya, ini bisa menjadi solusi masalah tahunan yang selalu menghampiri sepakbola Indonesia.

"Kita semua ingin liga bergulir lagi. Namun, dengan situasi saat ini, kita ada opsi bisa mengikuti jadwal Eropa. Jika mengikuti Eropa, proses merekrut pemain asing menjadi sama dengan klub-klub lain di Eropa", Teddy mengungkapkan.

Keuntungan lain dari pemilihan Agustus adalah pendaftaran wakil Indonesia ke kompetisi level Asia akan lebih mudah. Sebab, selama ini pendaftaran dilakukan di bulan November namun kompetisi Indonesia baru berakhir Desember.

"Dengan kita mengikuti jadwal Eropa, kendala itu tak terjadi lagi. Itu yang tadi saya sampaikan perlu dianalisa dan dipikirkan untuk kebaikan sepakbola di Indonesia ke depan. Kalau itu (opsi mulai Agustus) menjadikan sepakbola Indonesia lebih baik, oke kita putuskan Liga 2021-2022 mulai bulan Agustus," bebernya.

Jika hal itu terwujud, tentu perhelatan kompetisi sepakbola di Indonesia kembali molor. Namun, Teddy tak menolak jika ada kompetisi pengganti sampai menuju Agustus.

"Untuk mengisi kekosongan Maret sampai Agustus kita mau buat apa? Apakah melanjutkan Liga 2020? Kalau keburu, kalau tidak apa? Liga 2020 dilanjutkan dengan format berbeda, jika tetap tidak mungkin, pakai format lainnya. Prinsipnya, sepakbola harus tetap berjalan," Teddy menegaskan.

(ran/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com