Beda Nasib Dion Cools dengan Sandy Walsh dan Kevin Diks

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 01 Jun 2021 16:00 WIB
WAREGEM, WAREGEM - DECEMBER 07:  Jordan Lukaku of SS Lazio compete for the ball with Sandy Walsh of SV Zulte Waregem during the UEFA Europa League group K match between SV Zulte Waregem and SS Lazio at Regenboogstadion on December 7, 2017 in Waregem, Belgium.  (Photo by Marco Rosi/Getty Images)
Sandy Walsh tak pernah dinaturalisasi oleh PSSI untuk Timnas Indonesia (Getty Images/Marco Rosi)
Jakarta -

Eks Belgia U-21 Dion Cools menjadi anggota baru Timnas Malaysia. Nasibnya lebih baik dibanding Kevin Diks dan Sandy Walsh yang urung membela Timnas Indonesia.

Dion Cools secara resmi diperkenalkan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) sebagai pemain baru Timnas Malaysia, Selasa (1/6/2021). Proses perpindahannya dari Belgia ke Malaysia juga sudah disahkan FIFA.

FAM pun sudah menyertakan Dion Cools bersama rekan-rekan barunya di Timnas Malaysia yang kini berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Sama seperti Timnas Indonesia, Timnas Malaysia juga menjadikan Dubai sebagai lokasi Pemusatan Latihan (TC) untuk persiapam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G.

Nasib Dion Cools berpotensi membuat iri Kevin Diks dan Sandy Walsh yang tak kunjung dinaturalisasi PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. PSSI sempat membuat pernyataan resmi bahwa Kevin Diks sudah tak mungkin dinaturalisasi karena pernah memperkuat Timnas Belanda kelas usia dan itu bertentangan dengan statuta FIFA.

"Kevin Diks ternyata pernah bermain untuk Timnas Belanda saat berumur 21 tahun. Pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA menyebutkan, seorang pemain yang pernah membela sebuah negara pada kompetisi resmi FIFA tidak berhak untuk membela asosiasi lain pada pertandingan internasional," tulis pernyataan resmi PSSI pada 22 September 2020.



Dari penelusuran detikSport, PSSI saat itu belum mengacu ke Statuta FIFA terbaru (2020). Statuta FIFA terbaru edisi 2020 memang baru terbit tak lama setelah PSSI mengeluarkan pernyataan itu.

Menariknya, dalam kasus Dion Cools, dia sudah berumur lebih dari 21 tahun saat terakhir kali memperkuat Timnas Belgia melawan Italia di Piala Eropa U-21, 23 Juni 2019. Saat itu pemain yang memperkuat FC Midtjylland tersebut sudah berusia 23 tahun.

Jika mengacu ke statuta FIFA yang menjadi alasan PSSI ogah menaturalisasi Kevin Diks, seharusnya Dion Cools tak bisa pindah untuk memperkuat Timnas Malaysia. Kenyataannya, kini FIFA telah mengesahkan perpindahan Dion Cools agar bisa memperkuat Timnas Malaysia di ajang resmi.

Kevin DiksKevin Diks Foto: F. Sindberg

Selain Kevin Diks, ada juga Sandy Walsh yang sangat berhasrat membela Timnas Indonesia. Namun niatan itu tak pernah digubris oleh PSSI.

Sama seperti Dion Cools, Sandy Walsh juga pernah memperkuat berbagai level Timnas Belgia kelompok usia. Soal Sandy Walsh, PSSI tak pernah menunjukkan ketertarikan untuk menaturalisasi bek sayap kelahiran 1996 asal klub FC Malinois di Liga Belgia itu.

Keberhasilan Dion Cools pindah kewarganegaraan tak lepas dari keseriusan FAM menaturalisasi Dion Cools, sejak menyatakan ketertarikannya membela Harimau Malaya. Sementara Walsh dan Diks cuma bisa mengelus dada karena keinginan mereka bertepuk sebelah tangan.

Sing sabar ya, Sandy Walsh dan Kevin Diks.

(mrp/adp)