Marc Klok yang Hobi Pindah Antar-Klub Rival

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 30 Jun 2021 18:20 WIB
Marc Klok beraksi di pertandingan Persija Jakarta vs Borneo FC di SUGBK Jakarta, Minggu (1/3/2020).
Marc Klok yang Hobi Pindah Antar-Klub Rival (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta -

Marc Klok menjadi pemain teranyar yang menyeberang dari Persija Jakarta ke Persib. Tetapi, ia memang tipe pemain yang cuek untuk pindah antarklub rival.

Sebelum ke Persija Jakarta pada 2020, Klok berstatus pemain PSM Makassar yang diperkuatnya pada 2017-2020. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan PSM dan Persija tengah panas, terutama di kalangan penggemarnya masing-masing.

Rivalitas suporter PSM dan Persija berawal dari insiden gol Wiljan Pluim yang tidak disahkan oleh wasit di Liga 1 2017. Pluim saat itu dianggap melakukan handsball sebelum menceploskan bola ke gawang Persija.

Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bola dikontrol dengan baik oleh Pluim tanpa mengenai tangannya. Jika gol Pluim disahkan, maka PSM menang dengan skor 3-2 dalam pertandingan di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi.

Di saat yang sama, setelah itu mulai ramai isu pengaturan skor di sepakbola Indonesia. Persija kemudian diketahui sebagian sahamnya dimiliki oleh Joko Driyono, yang saat itu merupakan Wakil Ketua Umum PSSI.

Keberadaan Joko Driyono sebagai pemilik saham Persija Jakarta makin menguatkan kebencian fans PSM terhadap Macan Kemayoran yang dianggap kerap diuntungkan kala berkompetisi. Apalagi, Persija yang menempati peringkat ke-4, malah menjadi wakil Indonesia di Piala AFC 2018, ketimbang PSM yang menjadi peringkat ke-3.

Adapun PSM tak mewakili Indonesia saat itu karena tak lolos lisensi AFC. Hal yang sama juga dirasakan Bhayangkara FC, juara Liga 1 2017, yang posisinya diambil oleh Bali United untuk bertanding di Kualifikasi Liga Champions Asia 2018. Bhayangkara juga tak lolos lisensi AFC.

Cibiran tentang 'anak papah' pun dimunculkan pendukung PSM ke Persija. Hal itu pula yang membuat final Piala Indonesia 2018 antara PSM dan Persija menjadi panas dan berbuah lemparan batu di Makassar ke bus Macan Kemayoran.

Laga final leg kedua pun ditunda pelaksanaannya. PSM akhirnya menjuarai ajang ini dan fans pun begitu puas bisa mengalahkan Persija, klub yang menjadi rival baru mereka.

Dengan situasi panas itu, Marc Klok tak ragu untuk meninggalkan PSM ke Persija. Adapun tanda-tanda kepindahan Klok ke Persija sebenarnya sudah bisa diprediksi, setidaknya di kalangan wartawan.

Klok yang saat itu berstatus pemain PSM, tak ragu untuk membela Persija dalam kesempatan konferensi pers soal hubungan panas antara PSM dan Persija. Salah seorang jurnalis sepakbola saat itu menyeletuk, "Ah bilang saja Klok mau ke Persija suatu saat nanti," ujar jurnalis tersebut menanggapi komentar Klok saat memberikan keterangan di final Piala Indonesia 2018.

Dugaan tersebut menjadi kenyataan, Klok benar-benar dikontrak Persija pada awal 2020 dengan durasi empat tahun. Tetapi, Klok cuma bertahan setahun dan memilih mengakhiri kontraknya lebih cepat.

marc klok persija jakartaMarc Klok saat dikontrak Persija (Mercy Raya/detikSport)

Yang mengejutkan The Jakmania, ia pindah ke Persib Bandung, rival Persija. Sudah diduga memutus kontrak atas kemauannya, pindah ke klub rival pula.

"Saya memahami kekecewaan fans (Jakmania), itu hak mereka itu emosi. Tetapi, mereka tidak tahu alasan sebenarnya. Tetapi ini soal respect, alasan soal ini akan diungkapkan suatu hari nanti " kata Klok kepada detikSport, pada 24 Juni lalu, soal keputusannya meninggalkan Persija.

Tapi, Marc Klok adalah pemain, yang punya pemikiran berbeda 180 derajat dengan suporter. Klok memilih jalan karier yang sulit diterima suporter, yakni pindah ke klub rival.

Siapa yang mau menampungnya, klub itu yang ia pilih. Begitu lah jalan hidup Klok, tak ada kamus rival dalam hidupnya sebagai pesepakbola, setidaknya di Indonesia.

"Kalau Klok pindah ke klub Indonesia lain itu hak dia, good luck saja buat dia. Tapi dia pasti akan mendapat reaksi kekecewaan dari teman-teman The Jakmania. Bukan public enemy juga sih, cuma kami kecewa ujar Ketua Umum The Jakmania Diky Budi Ramadhan kepada detikSport, pada 24 Juni lalu.

(aff/cas)