Janji PT LIB Putar Kompetisi Sesegera Mungkin

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 27 Jul 2021 17:30 WIB
Mundurnya lanjutan Liga 1 tak halangi sejumlah klub untuk cari susunan pemain terbaik. Namun, klub Ibu Kota justru lepas sejumlah pemain bintangnya, siapa saja?
PT Liga Indonesia Baru berjanji segera memutar kompetisi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru masih menunggu lampu hijau dari pihak terkait untuk memutar Liga 1 dan Liga 2. Mereka akan bergerak cepat kalau sudah mendapat izin.

Sejak melarang gelaran Liga 1 pada akhir Juni lalu, BNPB sampai saat ini masih belum memberikan izin rekomendasi. Terkini, pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus yang membuat kick off Liga 1 kembali terancam mundur.

Liga 1 direncanakan dimulai pada awal bulan ini. Tapi, dengan PPKM membuat rencana memutar kompetisi urung dilaksanakan.

PT LIB mengungkap rencana Liga 1 dilakukan di 3 klaster yang digelar dalam 6 seri. Ketidakjelasan kompetisi ini sudah membuat klub gerah, salah satunya diungkapkan Presiden Madura United, Achsanul Qosasih.

"Pada saat pemerintah memberikan lampu hijau untuk kick off, sesegera mungkin kami memutar kompetisi. Tentu, setelah kembali berkoordinasi dengan semua kontestan dan juga PSSI," ujar Lukita.

Kompetisi rencananya digelar terpusat di Pulau Jawa. Sistem semi bubble to bubble direncanakan diberlakukan untuk Liga 1 musim mendatang.

Agar perpindahan tim bisa minim ancaman penularan virus Corona, PT LIB akan mengurus akumodasi tim perserta.

"Dulu, selama bergulirnya kompetisi, akomodasi dan transportasi dikelola masing-masing klub. Untuk musim ini, kami tak mau mengambil risiko," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita dalam rilisnya.

"Kebijakan penyediaan akomodasi dan transportasi bagi peserta tersebut kami lakukan karena situasi yang masih pandemi COVID-19," ujarnya menambahkan.

Tapi, apakah penyediaan transportasi dari PT LIB saja cukup untuk menangkal ancaman penularan COVID-19 kalau kompetisi bergulir?

Jeda antarseri saat Liga 1 berpotensi menjadi masalah baru kalau ada pemain yang tidak disiplin menjaga diri. Bubble PT LIB berpotensi tak efektif, karena klub harus berpindah cluster. Tak cuma itu, klub Liga 1 yang bermain di cluster dari daerah asal cuma ditanggung H-2 dan H+1 pertandingan, membuat faktor risiko penularan tetap ada..

"Setiap seri, klub yang dari luar Jawa sudah pasti (hotel ditanggung). Klub yang hotelnya di cluster, akan kami jamin saat match saja, H-2 dan H+1. Karena mereka bisa pulang ke home base-nya. Nanti pas bermain di cluster lain sama juga haknya. Nanti akan kami bahas secara detail dengan klub," kata Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, di pertengahan bulan lalu.



Simak Video "Dear Suporter Liga 1 dan 2, Luhut Minta Jangan Datang ke Stadion & Nobar"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/yna)