Bos Persiba: Sepakbola Boleh Jalan Kalau Masalah Kesehatan Terjamin

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 02 Agu 2021 21:55 WIB
Bos Persiba Balikpapan, Gede Widiade, bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Bos Persiba Balikpapan, Gede Widiade ( (ketiga dari kiri) menilai sepakbola bisa bergulirkalau bisa menjamin kesehatan. (Foto: detikcom/Muhammad Robbani)
Jakarta -

Bos Persiba Balikpapan Gede Widiade tak tergesa-tesa menuntut bergulirnya Liga 2 2021. Ia menilai kompetisi bisa digulirkan ketika masalah kesehatan terjamin.

Belajar dari pengalamannya memimpin Persiba, banyak anggota klubnya yang terpapar COVID-19. Dalam kondisi seperti itu, ia menilai kompetisi sepakbola belum ideal untuk digelar.

Meski merugi, masalah kesehatan menurutnya tetap nomor 1. Sejauh ini, ia sudah keluar banyak uang untuk menanggung perawatan para anggota Persiba yang terpapar COVID-19.

"Sepakbola itu bukan milik pribadi. Sepakbola itu milik masyarakat umum. Jadi sepakbola itu ada klub, masyarakat, Federasi, operator, pemerintah, dan ada yang lain-lainnya. Jadi tidak boleh egois. Kalau kita memperhatikan dan angka COVID-19 turun, vaksinasi maksimal, dan bisnis berjalan nggak ada alasan pemerintah untuk menghambat," kata Gede Widiade dalam pernyataannya kepada wartawan.

"Tapi kalau COVID-19 masih naik, bisnis tidak jalan, dan insan sepakbola meminta kompetisi bergulir, ya mati di tengah jalan. Kalau terpapar siapa yang mau tanggung jawab? Kalau bisnis tidak ada, emang memutar kompetisi tidak perlu biaya. Klub juga perlu biaya. Operator butuh biaya dan butuh transparansi keuangan dan kesehatan. Kesehatannya berapa jumlah orang yang sudah divaksin. herd immunity apa sudah terpenuhi," ujarnya.

"Saya pribadi pemilik klub sangat berharap kompetisi dijalankan tapi saya tidak mau saat dijalankan mudharatnya lebih banyak dalam bidang keuangan dan kesehatan lebih banyak ya saya tidak mau. Banyak orang berstatement aneh aneh," katanya lagi.

Sadar dengan kondisi itu, Gede Widiade tak berdiam diri. Ia kerap turun ke masyarakat dengan memberikan bantuan tabung dan oksigen gratis untuk mereka yang membutuhkan.

Terkini, ia baru saja menyelenggarakan vaksinasi gratis yang turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (2/8/2021). Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Yayasan Ronald McDonald House Charlies Indonesia, IKA UB, Dinas Kesehatan Jakarta, dan TNI AU.

Bantuan tabung dan oksigen gratis hingga vaksinasi gratis merupakan cara Gede Widiade untuk berkontribusi dalam menurunkan angka pandemi COVID-19 di Indonesia. Jika kondisi sudah terkendali, ia mendukung penyelenggaraan kompetisi sepakbola.

"Saya sebagai pemilik klub Persiba, 24 orang karyawan dan pemain saya terpapar. 1 orang fatal masuk rumah sakit. Saya habis ratusan juta dan hampir miliaran untuk menyembuhkan anak buah saya," tutur Gede Widiade.

"Banyak yang bilang pak ini OTG (orang tanpa gejala), memang OTG tidak butuh biaya? siapa yang bilang! Pemain saya baru negatif setelah 30 hari, 28 hari, ada yang 14 hari. Ada yang masuk ICU. Jadi Setiap orang itu beda. Di klub itu ada pemain, ofisial, dan pengurus," ucap Gede Widiade.

"Ofisial dan pengurus belum tentu olahraga, panpel belum tentu olahraga. Jadi kalau kita main bola banyak yang harus dipertimbangkan. Kalau semua sudah menunjang dan herd immunity berjalan, pemerintah wajib untuk memberikan ke masyarakat kegiatan. Dan dua hal itu sangat penting, kesehatan sama finansial," kata mantan bos Persija Jakarta itu.



Simak Video "Dear Suporter Liga 1 dan 2, Luhut Minta Jangan Datang ke Stadion & Nobar"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/aff)