PSSI Sebut Liga 1 Main di Zona Hijau, PT LIB Bilang Zona Aman

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 04 Agu 2021 15:23 WIB
Logo Liga 1
PSSI Sebut Liga 1 Main di Zona Hijau, PT LIB Bilang Zona Aman. Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Setelah PSSI mengatakan bahwa Liga 1 2021 akan digelar di zona hijau, kini PT Liga Indonesia Baru (LIB) berusaha meluruskan dengan menyebut zona aman.

Mengacu ke data/peta persebaran COVID-19 di Pulau Jawa, tak ada wilayah zona hijau. Sebagaimana rencana PSSI, Liga 1 dipusatkan di Pulau Jawa dengan format series.

Ada tiga klaster yang disiapkan untuk menggelar 6 seri Liga 1. Tetapi, Nyaris semua wilayah di Jawa bahkan Indonesia masuk kategori zona merah. Jika berpatokan ke zona hijau, Liga 1 tak akan pernah bisa digelar dalam waktu dekat.

"Seri 1 akan dimulai di zona hijau. Demikian juga untuk series-series selanjutnya akan dilangsungkan di zona hijau," tulis pernyataan resmi PSSI pada hari Selasa (3/8/2021) kemarin.

Turut disebutkan bahwa lokasi penyelenggaraan Liga 1 2021 akan menyesuaikan kondisi. Ada kemungkinan seri 1 yang seharusnya digelar di klaster Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, akan dipindahkan ke klaster lain.

Adapun 2 klaster lainnya adalah klaster Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta serta klaster Jawa Timur. Sedianya, seri 1 digelar di klaster Banten, Jakarta, Jawa Barat, kemudian seri 2-3 digelar bergiliran ke 2 klaster lainnya.

Sehubungan dengan itu, khususnya soal 'zona hijau' dalam pernyataan PSSI, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita pun memberi penjelasan lebih lanjut. "Mungkin maksudnya zona aman," katanya kepada detikSport, Rabu (4/8).

"Dilihat dari data pandemi yang melandai, tingkat kesembuhannya lebih tinggi hingga fasilitas kesehatannya mumpuni. Kuncinya di protokol kesehatan."

Dengan mempertimbangkan lokasi aman, seri 1 hingga seri 6 Liga 1 berpotensi bakal mengubah jadwal lagi. Misal, seri 1 seri 2 yang sedianya digelar di klaster Jawa Tengah dan Yogya dipindahkan ke klaster Jawa Timur.

Selain lokasi penyelenggaraan, izin Liga 1 2021 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dipertanyakan. PSSI tak menyebut kepastian izin dari BNPB dalam rilisnya soal rencana menggulirkan kompetisi mulai 20 Agustus.

"Baca surat BNPB, itu berlaku sampai 28 Juli," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi saat ditanya detikSport soal izin BNPB buat Liga 1.

(krs/raw)