Menpora: Aturan Ketat Pemerintah di Liga 1 Harus Dipahami

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 24 Agu 2021 19:00 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali (Foto: dok Kemenpora)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali meminta masyarakat memahami aturan ketat di Liga 1 2021. Katanya, pemerintah masih berupaya mengendalikan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Aturan ketat dari pemerintah ini pun berimbas ke penjadwalan Liga 1 yang sedianya sudah harus dirilis maksimal H-7 sebelum kick off. Tetapi setelah berkoordinasi dengan pemerintah, untuk sementara baru dirilis tiga pertandingan pekan pertama.

Liga 1 akan dibuka dengan laga Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada, Jumat (27/8/2021). Lalu Persipura Jayapura melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/8).

Terakhir, ada Bhayangkara FC versus Persiraja Banda Aceh di Indomilk Arena, Tangerang pada, Minggu, (29/9). Terkait jadwal selanjutnya, akan sangat bergantung dengan kelancaran tiga laga pertama.

"Ini berbeda dengan kompetisi sebelum-sebelumnya yang begitu sudah jalan langsung jalan terus. Proses izinnya pun perlu butuh rekomendasi dari berbagai pihak. Karena situasi pandemi dan beberapa wilayah masih dalam kategori ppkm level 4, 3, dst, maka pemerintah juga sangat hati-hati," kata Amali saat memberikan keterangan pers, Selasa (24/8/2021).

"Prinsipnya pemerintah mendukung kompetisi, ini kebutuhan kegiatan olahraga, khususnya sepakbola. Tapi juga upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi diberikan dukungan," ujarnya menjelaskan.

Sebelum izin dari pemerintah terbit, PSSI dan PT LIB melakukan pendekatan ke banyak pihak. Mulai dari Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga yang terakhir Koordinator PPKM Luhut Binsar Pandjaitan.

Karena di era pandemi ini bukan cuma izin keramaian yang dibutuhkan, tetapi juga kepastian pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Semua pihak terkait harus memberikan rekomendasi sebelum kompetisi bisa bergulir.

Liga 1 sedianya digelar pada Juli lalu, tetapi BNPB mencabut izinnya saat kasus COVID-19 nasional meledak saat itu. Teranyar, pemerintah akhirnya luluh untuk mengizinkan kompetisi dengan syarat prokes yang lebih ketat.

"Kami berupaya bagaimana menyelaraskan kegiatan (Liga 1) jalan, tapi upaya pemerintah untuk mengatasi pandemi ini juga harus mendapatkan dukungan dari masyarakat," tutur Amali.

"Kompetisi ini berbeda dengan turnamen. Kalau turnamen kira-kira hanya sebulan. Kalau kompetisi akan berputar terus. Kalau normalnya itu ada sistem home away, ini tak ada," ucapnya.

(aff/cas)