PT LIB Tak Pernah Berniat Hukum Klub Penunggak Gaji di Liga 2

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 27 Sep 2021 20:35 WIB
Akhmad Hadian Lukita
PT LIga Indonesia memang tak mau beri sanksi klub Liga 2 penunggak gaji. (Foto: detikcom/Muhammad Robbani)
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan alasan di balik sikap tak tegasnya terhadap para klub penunggak gaji di Liga 2. Hukuman bukan prioritas utama operator.

Sebanyak empat klub plus Persis Solo diloloskan dalam proses verifikasi untuk ikut serta di Liga 2 2021. Empat klub itu adalah Kalteng Putra, Persijap Jepara, PSKC Cimahi, dan Persekat Kabupaten Tegal.

Pada akhirnya masalah ini beres setelah Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) menggelar korespondensi dengan PSSI, Senin (27/9/2021). Kesepakatan pun diambil yakni klub penunggak dipotong uang subsidinya dari PT LIB untuk membayar gaji pemain.

Khusus Kalteng Putra, APPI sudah menyatakan bahwa klub yang pernah bermain di Liga 1 2019 itu akan menyelesaikan tunggakannya pada, Senin (27/9). Bukan seperti Persijap, PSKC, dan Persekat yang tunggakannya dibayar dari pemotongan subsidi PT LIB.

Menanggapi hal itu, PT LIB memastikan bahwa para klub sudah berkomitmen untuk menyelesaikan masalahnya sebelum tampil di Liga 2. Karena itu pula mereka meloloskan verifikasi empat klub plus Persis.

"Sudah ada niat baik, itu sudah menjadi kemajuan untuk membereskan. Intinya begini, kami bukan mau menghukum. Kami ingin menjalankan ini semua dengan situasi paling memungkinkan untuk bisa dijalankan," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada detikSport.

"Kami mengharapkan semua ini diselesaikan sama klub, tapi pada saat tertentu kami punya kewajiban untuk memberikan subsidi. Akhirnya kewajiban itu menjadi alat penyelesaian. Insyaallah sudah beres semua dari subsidi ini," ujarnya menjelaskan.

"Bukan menghukum fokusnya, kami mau semua main. Kondisinya juga berat buat semua klub. Kami juga harus bertindak extraordinary sesuai kondisinya. Kecuali memang tidak ada niat baik ya harus dihukum."