Muncul Spanduk Provokasi Jelang PSIM Vs Persis, Ini Pesan Gibran

Ari Purnomo - Sepakbola
Senin, 11 Okt 2021 18:05 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Mereka membahas PSIM Yogyakarta vs Persis Solo.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tak mau ada spanduk provokatif untuk PSIM Yogyakarta vs Persis Solo. (Foto: detikcom/Pius Erlangga)
Solo -

Spanduk provokasi bermunculan menjelang laga panas Liga 2 antara Persis Solo versus PSIM Yogyakarta. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meminta para suporter untuk turut serta menciptakan keamanan kota.

Gibran juga menjamin keamanan selama duel derby Mataram berlangsung di Stadion Manahan Solo, Selasa (12/10/2021) malam. Dia pun mengingatkan agar suporter menyaksikan pertandingan dari rumah.

"Iya pasti aman. Tenang aja. Kan selama ini nggak kenapa-kenapa to, apa yang ditakutkan, tenang aja. Ya saya juga pesan ke temen-temen Pasoepati, nonton di rumah saja, jangan membuat spanduk-spanduk yg memprovokasi, jangan memberikan komen-komen yang provokatif, tenang aja," kata Gibran kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Putra sulung Presiden RI, Joko Widodo, itu juga meminta agar Satpol PP lebih menggencarkan patroli selama laga berlangsung. Satpol PP diminta membubarkan acara nonton bareng yang rawan menimbulkan kerumunan.

"Nanti Satpol juga muter terus, waktu ada pertandingan Persis sama PSIM ya yang nobar harus dibubarkan," kata Gibran.

Adapun salah satu spanduk yang ditemukan ialah di gapura masuk perumahan Fajar Indah. Tulisan pada spanduk itu ialah 'Mataram Is Red'.

Persis SoloSpanduk provokatif menjelang PSIM Yogyakarta vs Persis Solo. Foto: dok.Satpol PP Solo

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, mengatakan telah menurunkan spanduk tersebut. Spanduk-spanduk, kata dia, sudah disediakan tempat di dalam stadion saat pertandingan.

"Tadi dapat laporan langsung kami turunkan. Itu kan tidak ada izin, lokasinya juga di gapura, mengganggu keindahan kota. Kita juga imbau agar tidak ada nonton bareng, semua nonton di rumah saja," kata Gibran.

(cas/krs)