PSSI dan PT LIB Ajukan Proposal ke Pemerintah soal Penonton ke Stadion

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 13 Okt 2021 22:20 WIB
Suporter Persib Bandung memadati Stadion Si Jalak Harupat dalam laga Persib vs Arema FC, Selasa (12/11/2019).
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengajukan proposal ke pemerintah soal kehadiran supoter di stadion (Foto: Wisma Putra/Detiksport)
Jakarta -

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar rapat dengan pemerintah, Rabu (13/10/2021) malam ini. Mereka mengajukan proposal kehadiran penonton di stadion.

Langkah ini adalah respons dari lampu hijau pemerintah yang sudah mengizinkan suporter bisa datang ke stadion lagi. PSSI dan PT LIB pun langsung membahas persiapan dan segala teknisnya pada Selasa (12/10).

Pertemuan PSSI dan PT LIB juga digelar untuk mengevaluasi Seri 1 Liga 1 dan Liga 2 yang sudah berjalan tiga pekan. Teknis kehadiran penonton mendapat porsi paling banyak yang dibahas dalam pertemuan itu.

Kemudian, bahasan itu dipresentasikan ke pemerintah. Harapannya, ada feedback yang akan diberikan pemerintah andai masih ada kekurangan dari rancangan yang sudah mereka buat.

Meski baru diumumkan pemerintah, PSSI dan PT LIB sudah jauh-jauh hari merancang teknis kehadiran penonton di stadion. Makanya ketika lampu hijau sudah diberikan, proposal pun sudah siap untuk diajukan ke pemerintah.

"Intinya semua sudah sudah beres, untuk di pertandingannya ya. Liga 2 juga relatif baik. Walaupun masih ada beberapa kekurangan untuk yang berada di luar Pulau Jawa," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat ditemui detikSport, Rabu (13/10).

"Tapi yang menarik dan agak panjang adalah membahas soal penonton karena pemerintah, ada kata mungkin, dari Pak Luhut (Binsar Panjaitan, Koordinator PPKM Jawa-Bali) yang menyatakan penonton bisa hadir 30 persen untuk Liga 1 dan 25 persen untuk Liga 2," ujarnya menjelaskan.

"Sebetulnya dari awal ini sudah kami bicarakan juga (bersama pemerintah). Dan kami juga sudah membuat analisis dan kami berharap diberi saran yang bisa kami pikirkan juga," katanya lagi.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, PT LIB belum sanggup untuk menerima kehadiran suporter dalam waktu dekat. Butuh persiapan panjang dan matang untuk memastikan kehadiran penonton tak menimbulkan klaster COVID-19.

Target PT LIB, suporter baru bisa hadir pada awal tahun 2022. Berdasar jadwal, itu berarti penonton bisa dihadirkan saat Liga 1 sudah memasuki Seri 5 atau Seri 6.

Salah satu yang disiapkan PT LIB adalah menyiapkan aplikasi digital yang memiliki berbagai fitur pemeriksaan riwayat COVID-19 seseorang. Aplikasi khusus dirasa penting karena ada banyak persyaratan bagi suporter untuk masuk stadion.

Mulai dari PeduliLindungi, aplikasi tiket online, hingga penomoran kursi stadion. Sebagai informasi, PT LIB hanya akan menjual tiket online saat suporter bisa datang ke stadion nanti.

"(Penonton) masuk wajib melakukan antigen. Artinya ini akan menaikkan ongkos tiket, karena kami ingin semua terperiksa dengan baik. Kalau begitu kan pemeriksaan harus di venue kan," tutur Lukita.

"Kecuali dia memakai aplikasi PeduliLindungi atau label-label yang sudah terdaftar kan pasti ada NAR (new all record)-nya di situ. Kalau begitu, kami tinggal mengecek saja karena pasti di paspornya akan kelihatan historisnya bahwa dia sudah periksa tanggal sekian dan dinyatakan negatif," tuturnya.

"Itu artinya akan ada satu sistem aplikasi yang tidak rumit dengan tidak harus membuka banyak aplikasi. Kami lagi coba memakai satu sistem itu yang menyatukan aplikasi ini menjadi satu. Tentu yang kami pikirkan adalah bagaimana cara layout di stadion, karena misalnya dengan kapasitas 30 ribu, itu penempatan (penonton) harus seperti apa, karena kan tidak bisa cuma menumpuk di satu titik saja," katanya menjelaskan.

(nds/mrp)