PSSI dan PT LIB Hati-hati soal Kehadiran Suporter di Stadion

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 13 Okt 2021 13:17 WIB
Logo PSSI
PSSI dan PT LIB Hati-hati Soal Kehadiran Suporter di Stadion (Foto: Amalia Dwi Septi /detikSport)
Jakarta -

Lampu hijau kehadiran penonton dari pemerintah tak serta-merta membuat Liga 1 dan Liga 2 2021 akan langsung ramai lagi. Butuh persiapan panjang menuju ke sana.

Pemerintah melalui Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar baru-baru ini bicara peluang kehadiran penonton lagi untuk event-event besar, termasuk sepakbola. Pandemi COVID-19 yang sudah mereda di Indonesia menjadi sebab utama pemerintah mulai menerapkan relaksasi.

Diungkap Luhut pada, Senin (11/10/2021), sepakbola sudah bisa disaksikan penonton dengan jumlah 30 persen dari kapasitas stadion. Nah, PSSI bersama PT LIB tinggal merancang strategi yang tepat untuk mewujudkan hal itu.

PSSI dan PT LIB pun sudah membahas hal ini dalam pertemuan yang digelar pada, Selasa (12/10). Bertempat di kantor PSSI, banyak pertimbangan yang diambil untuk tak cepat-cepat menghadirkan penonton lagi ke stadion.

"Kami melaporkan seri 1 kan dan persiapan seri 2 lalu Liga 2 kelanjutanya. Salah satu bahasan lainnya soal kehadiran penonton lagi. Kami menyiapkan berbagai komponen pendukung karena harus tetap sesuai PPKM," kata DIrektur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada detikSport.

"Tidak boleh sembarangan karena ini urusannya prokes. Masih tetap harus dengan PeduliLindungi, tiketnya harus online, vaksinnya harus dua kali, masuknya harus antigen, sesuai aturan Permendagri terbaru," ujarnya menambahkan.

Selain itu, untuk memastikan keamanan penonton pun stadion yang menyelenggarakan pertandingan dengan suporter harus yang mempunyai nomor kursi. Penomoran itu untuk menentukan kursi-kursi tertentu yang bisa dan tidak bisa ditempati suporter.

PT LIB pun mewacanakan hanya stadion yang sudah berstandar FIFA untuk menggelar pertandingan dengan kehadiran penonton. Tapi tak menutup kemungkinan stadion yang memenuhi syarat dengan melakukan perbaikan untuk menyelenggarakan pertandingan.

"Jumlahnya (kehadiran suporter) tergantung kondisi stadion dan infrastruktur yang memadai atau standar FIFA. Jadi harus ada nomor seat-nya, jangan sampai tidak jelas," tutur Lukita.

"Belum selesai sih rancangannya, lalu aplikasi pendukungnya apa saja. Itu juga sedang dibahas. Biar orang tuh masuk (stadion) nggak harus buka berbagai aplikasi. Yang penting itu ada PeduliLindungiungi, ada tiket online, ada aplikasi pencatat nomor duduknya dimana," ucapnya.

(aff/krs)