PSSI Tak Tahu Pemain Timnas Langsung Main di Liga 1 Usai dari Luar Negeri

Muhammad Robbani - Sepakbola
Sabtu, 16 Okt 2021 16:00 WIB
Yunus Nusi dan PSSI
PSSI, lewat Sekjennya Yunus Nusi, mengaku tidak tahu pemain Timnas Indonesia langsung bermian di Liga 1 tanpa karantina usai bepergian dari luar negeri. (Foto: dok. PSSI)
Jakarta -

PSSI mengaku tak mengetahui soal pemain Timnas Indonesia tak menjalani karantina seusai pulang dari Thailand.

Irfan Jaya langsung memperkuat PSS Sleman kontra Barito Putera, pada pekan ke-7 Liga 1 2021, Jumat (15/10/2021). Padahal, ia baru pulang tak lama setelah laga kedua playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 kontra Taiwan yang digelar, Senin (11/10), cuma berselang 4 hari.

Padahal, ada aturan bahwa semua Warga Negara Indonesia (WNI) wajib menjalani karantina setelah melakukan perjalanan luar negeri. Aturan terbaru, karantina wajib dilakukan 5X24 jam.

Tak hanya Irfan Jaya, ada juga Fachruddin Aryanto dari sudah bergabung latihan dengan Madura United. Bek senior itu nampak dalam latihan Sape Kerrap pada, Jumat (15/10).

"Saya belum tahu karena masih di Papua selama PON (Pekan Olahraga Nasional)," kata Yunus Nusi saat dikonfirmasi soal pemain Timnas Indonesia tak menjalani karantina.

"Saya 20 hari di Papua. Hubungi PT LIB ya. Beliau lebih update dari saya," ujarnya lagi.

Sebelumnya, PT LIB sudah memberikan penjelasan soal alasan Irfan Jaya langsung bermain. Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita menyebut bahwa Liga 1 sudah termasuk bagian karantina.

Sebab, kompetisi dijalankan dengan sistem bubble. PT LIB beralasan pemain pun tidak bisa berkeliaran ke luar selama kompetisi dengan hanya bisa tinggal di hotel saja.

"Prinsipnya begini semua atlet yang masuk, kami karantina mandiri karena masuk bubble lagi. Jadi masuk ke kita sistem bubble lagi, jadi di-PCR lagi oleh kami. Kalau negatif boleh main," kata Lukita menjelaskan saat dihubungi detikSport.

"Ya, di dalam itunya (bubble Liga 1) sudah kita masuk sebagai bagian dari karantina mandiri. Kan di dalam bubble (hotel) kan tidak boleh kemana-mana," jelasnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menegaskan bahwa karantina seusai bepergian dari luar negeri hukumnya wajib tanpa kecuali.

"Semua wajib karantina 5 hari," kata Wiku saat dihubungi detikSport.

(cas/krs)