Kalahkan PSKC, Dewa United Pertahankan Tren Kemenangan di Liga 2

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 19 Okt 2021 02:18 WIB
Martapura Dewa United FC di Stadion Madya Jakarta
Martapura Dewa United. (Foto: dok. Dewa United FC)
Jakarta -

Martapura Dewa United sukses mempertahankan tren selalu menang sampai pekan keempat Liga 2 2021. Kali ini giliran PSKC Cimahi yang mereka kalahkan.

Dewa United meraih tiga poin lagi berkat kemenangan 2-0 atas PSKC di Stadion Madya, Jakarta, Senin (18/10/2021). Gol-gol kemenangan Dewa United dicetak oleh Rangga Muslim dan Herman Dzumafo.

Kemenangan ini makin terasa manis karena Dewa United bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-19 lantaran Shahar Ginanjar kena kartu merah. Apalagi PSKC mengontrol jalannya laga secara penguasaan bola.

"Banyak-banyak terima kasih kepada pemain karena kami hanya tampil dengan 10 pemain, tapi semua mau kerja keras sampai pertandingan berakhir. Pelanggaran Shahar Ginanjar itu keputusan tepat meskipun kami akhirnya main 10 orang," kata Pelatih Dewa United Kas Hartadi seusai laga.

"Seandainya (Shahar) tak melakukan pelanggaran, (PSKC) akan mencetak gol. Selanjutnya kami mengubah taktik karena kehilangan kiper dan main dengan 10 pemain. Kami bermain bertahan dengan sabar dan menampilkan counter-attack," ujarnya menambahkan.

Kemenangan ini mempertahankan rekor Dewa United sebagai satu-satunya klub Liga 2 yang selalu menang sampai pekan keempat. Sebelumnya mereka juga menang 3-1 atas Rans Cilegon, mengalahkan Perserang Serang 2-0, dan menumbangkan Badak Lampung 1-0.

Total sudah 12 poin mereka kumpulkan dari empat laga. Catatan mencetak delapan gol dan hanya sekali kebobolan makin menambah kesan sempurna start Dewa United di Liga 2.

Peluang untuk lolos ke babak 8 besar hingga promosi ke Liga 1 pun semakin besar. Namun Kas Hartadi dan Gufroni Al Maruf mengingatkan bahwa perjalanan timnya masih panjang.

"Yang pasti perjalanan masih panjang, baru 4 pertandingan dari 10 pertandingan. Belum aman, harus kerja keras lagi. Kami harus menanamkan sikap bahwa semua laga adalah final," ujar Kas Hartadi yang pernah menangani Sriwijaya FC itu.

"Kalau menurut saya kami harus optimistis, tapi nggak boleh puas diri. Harus bekerja keras terus dan meraih poin lagi," ucap Gufroni yang menimpali Kas Hartadi.

Sementara itu, kekalahan ini terasa menyakitkan buat PSKC. Meski mengontrol laga dengan penguasaan bola sebesar 62 persen, cuma tiga peluang tepat sasaran yang berhasil mereka ciptakan.

Hal itu sangat kontras dengan Dewa United yang justru sukses menciptakan delapan tendangan tepat ke gawang. Padahal PSKC unggul jumlah pemain sejak babak pertama.

"Setelah Shahar kartu merah, pemain kami tak bisa memaksimalkan. Seharusnya kami menguasai tapi yang terjadi malah sebaliknya. Terlepas dari itu, pengalaman lebih memang dimiliki pemain-pemain Dewa United," tutur Robby Darwis.

"Kalau menurut saya kami terburu-buru dalam finishing, ada beberapa peluang yang tidak menjadi gol. Untuk pertandingan berikutnya, kami harus memecahkan masalah ini dalam latihan untuk mengantisipasi situasi-situasi serupa," tuturnya.

Sementara itu, Robby Darwis juga menyoroti keputusan wasit yang merugikan timnya. Sebelum kartu merah Shahar, PSKC sebenarnya sukses mencetak gol setelah gawang Dewa United ditinggal kosong melompong oleh sang kiper.

Tapi wasit memilih memberikan pelanggaran buat PSKC dengan mengusir Shahar ketimbang mengesahkan gol atau memberi advantage. Legenda Persib Bandung itu berharap wasit bisa memimpin lebih baik lagi.

"Memang secara umum dan menurut kami maunya gol, ini kita kembali merespons keputusan wasit. Ketika ada peluang yang menguntungkan terjadi gol itu, sah-sah saja. Ini kan bisa menjadi sorotan lagi di Liga 2," ucap Robby Darwis.

(nds/bay)