Manajemen Arema FC Sayangkan Perusakan Bus Oleh Oknum Suporter

Jauh Hari Wawan S - Sepakbola
Kamis, 21 Okt 2021 15:41 WIB
Yogyakarta -

Bus milik Arema FC yang terparkir di Hotel Saphir, Gondokusuman, Yogyakarta jadi sasaran penyerangan oknum suporter tadi malam. Manajemen menyayangkan aksi brutal ini.

Media officer Arema FC, Sudarmaji menilai aksi perusakan ini menodai semangat kompetisi.

"Tentu saja kami sangat menyayangkan dan mengutuk kejadian tersebut karena mencederai semangat dari kompetisi," kata Sudarmaji, Kamis (21/10/2021).

Ia mengungkapkan Arema FC akan berkirim surat ke PT LIB dan PSSI. Manajemen, kata Sudarmaji, menyerahkan proses hukum kepada PSSI dan kepolisian.

"Arema FC secara resmi sudah sudah melaporkan kejadian ini selain ke PSSI juga ke pihak berwajib agar diproses secara hukum," ungkapnya.

Manajemen Arema FC juga mengajak Aremania untuk menahan diri dalam menyikapi kejadian tersebut.

"Kami menghimbau kepada Aremania, pecinta Arema dimanapun berada untuk menahan diri kita sangat ingin menjaga kondusifitas serta menyelamatkan kompetisi," imbuh Sudarmaji.

Ia juga mengingatkan kembali jika dalam situasi pandemi ini suporter tidak boleh datang ke stadion. Ia berharap regulasi ini bisa dipatuhi.

"Regulasi kompetisi yang dengan tegas melarang supporter tidak hadir di stadion harusnya juga disikapi dengan bijak. Tidak ada alasan gesekan dalam hal apapun karena semangat sepak bola adalah semangat kebersamaan lebih-lebih dalam situasi pandemi yang belum usai. Kepatuhan terhadap regulasi harus terus disosialisasikan," pungkasnya.

Sebelumnya, bus milik klub Arema FC yang dirusak sejumlah orang saat parkir di depan Hotel Saphir, Gondokusuman, Yogyakarta. Buntut dari aksi brutal tersebut, lima orang ditangkap polisi.

Perusakan terjadi pada Rabu (20/10) sekitar pukul 22.45 WIB. Perusakan tersebut tak mengakibatkan korban jiwa. Saat kejadian seluruh pemain dan kru Arema FC telah masuk ke kamar hotel dan menjelang tidur.

"Kerusakan terjadi di kaca depan, kaca samping, dan spion. Untuk perusakan kaca pelaku menggunakan (dilempari) batako," kata Kapolsek Gondokusuman AKP Surahman saat diwawancarai wartawan di Mapolsek Gondokusuman, Kamis (21/10/2021).

Buntut dari kejadian tersebut, pihaknya telah menangkap lima orang pelaku. Dari salah satu keterangan pelaku YS, 15 tahun, perusakan ini dilakukan 10 orang.

"Kami amankan ada spanduk tulisan 'Persebaya Ekstrem' dan batako. Pelaku YS juga telah mengakui perbuatannya," jelasnya.

(aff/mrp)