ADVERTISEMENT

PSSI Dukung Langkah PSS Sleman Polisikan Dokter Gadungan

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 07 Des 2021 16:00 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, dukung PSS Sleman laporkan dokter gadungan. (Foto: Muhammad Robbani/detikcom)
Jakarta -

PSSI mendukung langkah PSS Sleman melaporkan Elwizan Aminudin ke kepolisian. Amin 11 tahun bekerja di sepakbola dan baru diketahui sebagai dokter gadungan.

Amin sudah terkonfirmasi sebagai dokter gadungan setelah berbagai verifikasi yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Operator kompetisi sebelumnya mendapat laporan bahwa Amin bukanlah dokter.

Ijazah yang selama ini digunakannya ternyata palsu, berbagai dokumen resmi lainnya pun tak ditemukan. Amin pun dikabarkan sudah mengundurkan diri dari PSS.

Tapi PSS tak terima dan melaporkan ke pihak berwajib karena merasa sudah ditipu. PSSI mendukung langkah yang diambil manajemen PSS.

"Jadi memang Komite Medis (PSSI) akan melakukan pendalaman ini, kami akan berdiskusi dengan mereka (PSS) apakah mereka akan melapor ke pihak berwajib atau tidak," kata Ketum PSSI Mochamad Iriawan kepada wartawan.

"Yang jelas penanganan kami akan diawali football family dulu, jadi dari Komite Medis, lalu sanksi apa. Kemudian kalau ada yang dirugikan, kami persilakan (lapor polisi), yang jelas akan kami tangani itu," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Sekjen PSSI Yunus Nusi menilai apa yang dilakukan Amin masuk ranah pidana. Ia memalsukan ijazah untuk bekerja di bidang yang bukan keahliannya.

PSS dan beberapa klub lain yang pernah mempekerjakannya tentu dirugikan. Penanganan pemain cedera bisa tak maksimal, tak memberi andil kesembuhan, atau malah memperparah cedera.

"Kalau memang itu ijazah palsu dan kemudian memakainya, itu masuk ranah pidana. Jadi apa yang dilakukan PSS itu sudah benar. PSSI mendukung langkah PSS itu," tutur Yunus Nusi.

Terlepas dari itu, kasus ini harus menjadi cambuk bagi PSSI maupun PT LIB untuk lebih ketat dalam verifikasi. Harus dipastikan semua orang yang bekerja di bagian strategis, apalagi dokter, harus yang tersertifikasi.

Sebelumnya PT LIB mengatakan bahwa verifikasi perekrutan karyawan, termasuk dokter, berada di ranah klub. "Kasus ini menjadi perhatian untuk kita semua," ucap Yunus Nusi.

(cas/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT