ADVERTISEMENT

Piala AFF 2020: Shin Tae-yong Si Rubah nan Cerdik

Randy Prasatya - Sepakbola
Senin, 20 Des 2021 06:30 WIB
Shin Tae-Yong dan Indra Sjafri
Shin Tae-yong punya banyak pilihan taktik. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta -

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sulit ditebak dalam pilihan taktik permainan selama Piala AFF 2020. Hal itu mempertegas bahwa Shin Tae-yong memang Si Rubah yang cerdik.

Indonesia bertemu Malaysia pada matchday terakhir Grup B Piala AFF 2020. Bertanding di National Stadium, Minggu (19/12/2021) malam WIB, Indonesia tertinggal lebih dulu akibat gol Kogeliswaran Raj.

Skuad Garuda kemudian bangkit dan balik memimpin 2-1 di sampai turun minum lewat brace Irfan Jaya. Indonesia menambah gol di paruh kedua lewat Pratama Arhan dan Elkan Baggott, yang membuat tim Merah-Putih menang 4-1.

Selama perhelatan Piala AFF 2020, Shin Tae-yong kerap membuat berbagai perubahan. Hal yang paling "ekstrem" dengan memainkan tiga bek tengah saat menahan imbang Vietnam 0-0.

Shin Tae-yong juga tidak memainkan Evan Dimas sebagai starter. Gelandang milik Bhayangkara FC itu padahal sempat disebut sebagai pemain andalan Indonesia selama di Piala AFF 2020.

Kejutan lainnya tentu dalam melumat Malaysia. Shin Tae-yong kembali tidak memakai jasa Evan Dimas sebagai starter dan malah mencadangkan Elkan Baggott yang sudah bisa bermain. Itu sekaligus menandai Indonesia kembali menggunakan dua bek tengah di awal.

Perubahan kembali dilakukan Shin Tae-yong pada babak kedua. Elkan Baggott dimainkan dengan menarik gelandang Ramai Rumakiek.

"Kalau mengubah-ubah formasi lawan jadi susah membaca dan menganalisa. Kami sebenarnya juga sulit mengubah formasi, tetap ada patokan. Mengubah sedikit demi sedikit tergantung kelemahan kami dan lawan. Taktik pasti memang diganti," kata Shin Tae-yong usai laga.

Shin Tae-yong adalah sosok yang dijuluki Rubah Lapangan saat menjadi pemain. Dikutip dari Yonhap selaku media Korea Selatan, julukan itu didapat karena saat bermain sebagai gelandang serang, dia cerdik dalam mengalirkan umpan dan juga tangkas.

Kualitas 'sebagai rubah' berlanjut bahkan setelah berubah menjadi seorang pelatih. Pada 2010, dia membawa Seongnam Ilhwa juara Liga Champions Asia. Setelah itu, saat memimpin Timnas Korea Selatan di Olimpiade Rio 2016 dan Piala Dunia U-20 2017, Shin bermain dengan delapan taktik.

Rubah adalah hewan yang dikenal sangat pintar beradaptasi. Ketika kekurangan makanan berupa daging, rubah bisa menggantinya dengan jenis makanan lain, seperti tumbuh-tumbuhan yang mungkin lebih gampang ditemukan. Jika cuaca berubah menjadi dingin, tubuh rubah juga bisa bertahan sebab memiliki lapisan khusus yang membuatnya tetap hangat.

"Saya selama menjadi pelatih tidak pernah duduk di bench. Selama 90 menit pemain kerja keras, saya juga harus menunjukkan kerja keras. Jadi, itu salah satu rutinitas untuk meraih kemenangan," Shin Tae-young menegaskan.

(ran/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT