Indonesia Vs Singapura: Pelatih The Lions Tertekan

Randy Prasatya - Sepakbola
Selasa, 21 Des 2021 17:30 WIB
SINGAPORE, SINGAPORE - DECEMBER 18: Head coach Tatsuma Yoshida of Singapore calls for a play as Zulfahmi Arifin #23 prepares for a throw-in during the second half of the AFF Suzuki Cup Group A game against Thailand at the National Stadium on December 18, 2021 in Singapore. (Photo by Yong Teck Lim/Getty Images)
Pelatih timnas Singapura banyak mendapatkan kritik. (Foto: Getty Images/Yong Teck Lim)
Jakarta -

Pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida, dalam situasi tertekan jelang melawan Indonesia. Ini penyebabnya!

Menurut laporan dari ESPN Singapura, Yoshida mendapatkan banyak pertanyaan menyoal reaksi negatif para fans usai kekalahan 0-2 Singapura dari Thailand dalam pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2020.

Pada konferensi pers pasca-pertandingannya, Yoshida menjelaskan bahwa dirinya bukan Pep Guardiola. Emosi pelatih asal Jepang itu kemudian berangsur meluap, dia tersinggung dengan beberapa kritik yang dianggap tidak perlu.

"Saya merasa sangat sedih. Sangat, sangat sedih. Jika saya Pep Guardiola, tidak masalah. Tapi saya Tatsuma Yoshida, saya hanya pelatih dari Jepang," ujar Yoshida dikutip dari ESPN.

Yoshida kemudian melanjutkan ucapannya setelah sempat menarik napas panjang. Dia dengan tegas menyatakan cintanya kepada sepakbola Singapura, memohon semua yang terlibat -- dari para fans hingga media lokal -- untuk percaya pada para pemainnya.

"Saya bangga dengan para pemain, selalu. Kami selalu bekerja sama, untuk meningkatkan sepak bola Singapura, saya cinta Singapura. Orang-orang Singapura harus percaya diri dengan sepak bola mereka, ingin saya katakan lagi, saya ingin menangis. Terima kasih," ucap Yoshida.

Masih menurut ESPN, adegan itu mengisyaratkan seorang pria yang dibebani oleh tekanan dalam memimpin tim. Semula tak banyak harapan Singapura bisa bicara banyak di Piala AFF 2020, tiba-tiba berubah mengharapkan The Lions melaju jauh.

Emosi Yoshida sudah mengubah arah pemberitaan di Singapura, yang seharusnya tentang kegembiraan tampil di semifinal, malah soal sikapnya di konferensi pers. Ini adalah kali pertama Singapura melaju ke semifinal setelah terakhir pada 2012, yang sekaligus berujung gelar juara.

Puncak kekecewaan fans Singapura terjadi saat melawan Timor Leste. Melawan tim paling lemah di Grup A, Singapura cuma bisa menang 2-0 dan tim dianggap tidak ada niat untuk main terus menyerang.

Kekalahan dari Thailand menjadi kesempatan untuk kecaman dilancarkan secara membabi-buta. Meski sejatinya para pengkritik sadar bahwa kualitas Singapura masih di bawah Thailand.

Singapura di semifinal bertemu dengan Indonesia. Duel pertama berlangsung di National Stadium, Rabu (22/12/2021) malam WIB.

(ran/krs)