Piala AFF 2020: Aksi Singa Tua, Sudah Pincang tapi Pantang Menyerah

Putra Rusdi K - Sepakbola
Minggu, 26 Des 2021 12:00 WIB
Indonesia ke final Piala AFF 2020. Skuad Garuda melaju usai mengalahkan tuan rumah Singapura dengan skor 4-2 di semifinal leg kedua.
Pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida, memuji semangat juang anak asuhannya saat menghadapi Indonesia (Foto: AP/Suhaimi Abdullah)
Singapura -

Meski kalah, Singapura memberikan perlawanan luar bisa kepada Indonesia. Pasukan Singa, yang berstatus semifinalis Piala AFF 2020 tertua dengan rata-rata usia skuad mencapai 27,6 tahun, berjuang keras dengan kondisi pincang kehilangan pemain yang dikartu merah.

Indonesia vs Singapura pada leg kedua babak semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (25/12/2021) malam WIB, berlangsung dramatis. Laga berakhir, 4-2 untuk kemenangan Tim Garuda lewat perpanjangan waktu dengan dihiasi drama kegegalan penalti dan tiga kartu merah untuk Singapura. Indonesia melaju ke final usai unggul agregat 5-3.

Indonesia bikin gol lebih dulu lewat Ezra Walian di menit ke-11. Singapura kehilangan Safuwan Baharudin yang mendapat kartu kuning kedua, tapi kemudian bisa menyamakan kedudukan dari Song Ui-young di menit akhir babak pertama.

Singapura, yang diperkuat oleh total 22 pemain senior (di atas 23 tahun), harus tampil dengan sembilan pemain di babak kedua akibat Irfan Fandi mendapat kartu merah. Kalah jumlah pemain Singapura secara luar biasa bisa balik memimpin dari tendangan bebas Shahdan Sulaiman pada menit ke-74. Indonesia bisa menyamakan kedudukan dari Pratama Arhan pada menit ke-87.

Singapura punya peluang memenangkan laga setelah mendapat penalti di menit ke-90. Namun, sepakan 12 pas Faris Ramli bisa ditepis Nadeo Argawinata.

Peruntungan Singapura berubah di babak perpanjangan waktu. Indonesia, yang berstatus semifinalis dengan skuad termuda Piala AFF 2020 dengan rata-rata usia pemain 23,79 tahun, bisa bikin dua gol dari bunuh diri Shawal Anuar dan gol Egy Maulana. The Lions juga harus kehilangan kiper mereka Hassan Sunny yang dikartu merah.

Pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida, memuji semangat juang timnya di laga ini, meski hasil akhir tak berpihak kepada mereka. Ikhsan Fandi dkk tak mau menyerah dengan kondisi kalah jumlah pemain akibat keputusan wasit yang dinilai Yoshida kurang tepat.

Penampilan militan Singapura di laga ini menjadi bekal apik Yoshida menyongsong kompetisi berikutnya. Pelatih asal Jepang ini telah menemukan komposisi yang ideal untuk timnya dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.

"Kami tidak bisa mengontrol keputusan wasit tetapi kami, para pemain, dapat melanjutkan pertarungan dengan apa pun yang kami miliki. Kami terus saling memotivasi di lapangan... Terlepas dari kekurangan jumlah, kami memberikan seluruh hati dan jiwa kami, ujar Yoshida dikutip dari situs resmi Federasi Sepakbola Singapura (FAS)

"Sangat menggembirakan melihat para fan bersorak untuk kami meskipun hasilnya tidak sesuai keinginan kami. Itu menunjukkan bahwa mereka menghargai usaha kita. Kami memiliki perpaduan yang baik antara pemain muda dan berpengalaman dalam skuad ini... Semoga kami dapat membangun dari sana untuk kompetisi berikutnya," jelasnya.

(pur/krs)