ADVERTISEMENT

Final Piala AFF: 2 Hal yang Harus Dilakukan Timnas Agar Tampil Oke

Lucas Aditya - Sepakbola
Jumat, 31 Des 2021 15:42 WIB
Indonesias Ezra Harm Ruud Walian (R) scores during the second leg of the AFF Suzuki Cup 2020 football semi-final match between Singapore and Indonesia at the National Stadium in Singapore on December 25, 2021. (Photo by Roslan RAHMAN / AFP)
Timnas Indonesia disarankan melakukan 2 hal ini agar tampil lebih baik saat melawan Thailand. (Foto: ROSLAN RAHMAN/AFP)
Jakarta -

Timnas Indonesia dihajar Timnas Thailand di leg I final Piala AFF 2020. Skuad Garuda disarankan melakukan 2 hal ini agar bisa tampil lebih baik.

Pada leg I final Piala AFF 2021, Rabu (29/12/2021), Indonesia kalah empat gol tanpa balas dari Gajah Perang. Chanathip Songkrasin (2 gol), Bordin Phala, dan Supachok Saracat, menjadi deretan pencetak gol Thailand ke gawang Nadeo Argawinata.

Dalam data yang dilansir oleh situs turnamen, Indonesia cuma bisa melakukan penguasaan bola sebanyak 33,4 persen. Soal percobaan, Indonesia cuma membukukan 1 shot on target.

Pada leg I, Indonesia membuang-buang peluang. Menatap keg II, pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2012, Nilmaizar, memberi saran agar tim Merah-Putih bisa tampil lebih baik.

"Yang pertama tentu para pemain harus mengerti, karena empat gol ini merupakan kesalahan mereka dalam mengorganisasi pertahanan. Gol pertama, gol ketiga, pemain Thailand begitu free tidak dijaga," kata Nilmaizar dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.

"Gol pertama kapten Chanathip hanya satu sentuhan dia gol, gol kedua juga begitu satu sentuhan. Gol ketiga cuma yang datang dengan dua sentuhan. Tapi, yang terakhir baru ada penetrasi. Kalau menurut saya, organisasi di daerah pertahanan harus dibenahi. Sehingga ketika melawan Thailand di putaran kedua, hal-hal yang signifikan di daerah pertahanan tidak terjaga."

"Yang kedua, juga diperbaiki bagaimana finishing touch di depan gawang. Irfan Jaya sebenarnya kalau lebih matang akan bisa mencetak gol. Dewangga kalau kematangannya lebih bagus lagi, dia bisa cetak gol."

"Artinya, peluang kita untuk membalas kekalahan sebenarnya di leg I ada. Cuma kita tidak mempunyai keberuntungan atau finishing touch masih kurang bagus."

"Yang ketiga, saya pikir kalau Shin Tae-yong pelatih yang punya pengalaman yang sangat internasional. Dia memegang Korea Selatan di Piala Dunia 2018, dan bisa mengalahkan Jerman. Mudah-mudahan taktikal strategi bagaimana memotivasi anak-anak muda ini bisa lebih bagus dan dikeluarkan sesuai dengan evaluasi yang sudah dilakukan," kata dia menambahkan.

(cas/krs)

ADVERTISEMENT