Tiga Klub Ajukan Proposal Bermarkas di BIS, Salah Satunya RANS Cilegon FC

Bahtiar Rifa'i - Sepakbola
Sabtu, 08 Jan 2022 11:21 WIB
Banten International Stadium.
Tampak luar Banten International Stadium yang tengah dibangun. Foto: Dok. Pemprov Banten
Serang -

Proses pembangunan Banten International Stadium (BIS) sebentar lagi akan rampung. Tiga klub sudah mengajukan proposal untuk bermarkas di sini.

BIS yang dibangun di kawasan Sport Center Kota Serang dan memiliki luas 60 hektare akan rampung dalam waktu dekat. Stadion yang menelan anggaran Pemprov Banten lebih dari Rp 1 triliun ini akan diresmikan pada Maret 2022.

"26 Maret selesai, diresmikan dengan cara yang unik dan sederhana," kata Gubernur Banten Wahidin Halim, Sabtu (8/1/2022).

Pemprov Banten saat ini sedang mencari mitra untuk pengelolaan BIS. Sudah ada tiga klub Liga 1 yang menawarkan proposal yaitu RANS Cilegon FC, Martapura Dewa United, dan Bhayangkara FC.

RANS dan Dewa United diketahui baru akan bermain di Liga 1 musim depan usai meraih tiket promosi, sementara Bhayangkara FC sudah bermain di Liga 1 sejak 2017.

Banten International StadiumBanten International Stadium sebentar lagi rampung. Foto: Dok. Pemprov Banten

"Sudah ada 3 klub, yaitu RANS, Dewa United dan Bhayangkara. (Semoga) Mei sudah selesai MoU-nya atau Perjanjian Kerja Sama (PKS)-nya, nanti dikelola," ungkapnya.

Permintaan itu baru proposal awal dari klub Liga 1. Setelah stadion itu rampung, kawasan sport center yang ada di Kecamatan Curug, Kota Serang itu juga rencananya bisa dibangun hotel dan mall.

"Kita memberikan gambaran bahwa pengelolaan tiap tahun berapa, tiap bulan berapa, kita juga siapkan paket untuk hotel tadi dikelola, jadi bisa dijadikan kota olahraga di situ, ada kota pendidikan dan olahraga," terangnya.

Jika ada salah satu dari proposal tiga klub Liga 1 itu yang disetujui, maka BIS nantinya akan menjadi home base mereka. Kawasan di sekitar situ menurutnya juga akan lebih berkembang jadi perkotaan dan pusat olah raga.

"Jadi basis, home base-nya, nanti kita ramaikan," pungkas Wahidin.

(bri/adp)