Profil Haruna Soemitro: Kontroversi Match Fixing, Kritik Shin Tae-yong

Tim detikcom - Sepakbola
Senin, 17 Jan 2022 16:00 WIB
Haruna Soemitro
Foto: Deni Prastyo Utomo/detikcom
Jakarta -

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, sedang jadi topik hangat. Bukan cuma karena pernyataannya soal Shin Tae-yong, tapi juga lantaran topik match fixing alias pengaturan skor.

Ramainya pembahasan soal Haruna Soemitro turut memunculkan tagar #HarunaOut, yang dipicu sejumlah pernyataannya dalam podcast milik JPNN, yang disiarkan di kanal Youtube.

Salah satunya adalah penilaian Haruna bahwa sepakbola tanpa prestasi itu tiada artinya, merujuk pada pencapaian Timnas Indonesia arahan Shin Tae-yong di Piala AFF 2020. Skuad Garuda, yang diisi banyak pemain muda, finis kedua.

"Tidak penting itu sebuah proses. Yang paling penting adalah hasil. Apapun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara. Indonesia sudah enam kali masuk final Piala AFF. Kalau sekarang tetap runner-up, ya bukan prestasi."

"Saya tadi sampaikan dalam rapat evaluasi kalau hanya runner-up, tidak perlu Shin Tae-yong. Karena kita sudah beberapa kali jadi runner-up," tegasnya.

Rapat evaluasi yang disebut Haruna merujuk pada pertemuan internal yang sudah dilakukan oleh PSSI. Rapat internal itu turut dihadiri Ketum PSSI Mochamad Iriawan, Waketum Iwan Budianto, Yunus Nusi, Wasekjen Maaike Ira Puspita, Exco Endri Erawan, Vivin Sungkono, dan Direktur Teknik Indra Sjafri.

PSSI, lewat Sekjen Yunus Nusi, sudah memberi tanggapan atas kegaduhan tersebut. Dia menegaskan masa depan Shin Tae-yong aman.

"Ketua umum memahami dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, jadwal Timnas. Bahkan apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia Juni 2022," kata Yunus.

"Namun demikian, dalam diskusi dan rapat di internal PSSI, semua tetap menghargai sebuah keputusan yang bersifat kolektif kolegial. Keputusan kolektif kolegial PSSI itu antara lain tetap memberikan kepercayaan kepada Shin Tae-yong hingga 2023 sesuai kontrak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kontrak jika performa timnas terus meningkat."

Selain Shin Tae-yong, pernyataan Haruna Soemitro lain yang juga jadi kontroversi adalah seputar match fixing alias pengaturan skor. Katanya, "match fixing bukan sesuatu yang harus diberantas."

Yang menarik, Haruna Soemitro juga pernah dituding terlibat match fixing dalam persepakbolaan Indonesia. Simak langsung di halaman selanjutnya!