Profil Haruna Soemitro: Kontroversi Match Fixing, Kritik Shin Tae-yong

Tim detikcom - Sepakbola
Senin, 17 Jan 2022 16:00 WIB
Haruna Soemitro
Foto: Deni Prastyo Utomo/detikcom

Haruna Soemitro mengawali karier sebagai pengurus sepakbola di Persebaya Surabaya sekitar tahun 2003. Kecintaannya terhadap Persebaya sempat membuat dirinya menjadi bagian dari Bonek, suporter Bajul Ijo.

Awalnya ia ikut terlibat dalam mengembangkan Persebaya lewat klub internal bernama Ridho FC. Sampai akhirnya ia pun ditunjuk menjadi manajer Persebaya.

Selepas dari Persebaya Haruna beralih menjadi Manajer Jawa Timur di PON 2004. Saat itu Jatim berhasil menggondol emas sepakbola.

Keberhasilannya itu yang berandil dalam penunjukan Haruna menjadi Ketua Pengurus Daerah atau Pengda PSSI Jatim. Kiprahnya di Pengda (kini menjadi Asosiasi Provinsi/Asprov) Jatim berlangsung cukup lama.

Pada 2009 ia kembali terpilih menjadi ketua Asprov Jatim untuk periode sampai 2013. Setelah Asprov, Madura United menjadi pelabuhan besar selanjutnya.

Di klub itu, Haruna sempat menjadi Manajer dan Direktur Teknik. Tapi ia akhirnya mundur dari Madura United diduga karena ingin fokus karena tak mau merangkap sebagai anggota Exco PSSI.


(krs/cas)