Hasil Tes Kesehatan Timnas U-23 Dirahasiakan
Selasa, 16 Mei 2006 09:10 WIB
Jakarta - Hasil tes kesehatan dan tes kejiwaan atau psikotes yang dijalani oleh para pemain timnas U-23 tidak akan dipublikasikan ke masyarakat. Kedua hasil tes tersebut hanya untuk konsumsi Badan Tim Nasional (BTN) PSSI. Alasannya?Dengan alasan sebagai database khusus tim manajemen, maka hasil tes kesehatan dan tes kejiwaan atau psikotes yang dijalani oleh para pemain timnas U-23 tidak akan dipublikasikan. Data tersebut pastinya akan menjadi dasar atau pegangan bagi pelatih kepala timnas U-23 Foppe de Haan dalam menentukan program pelatihan untuk timnas U-23 selama berada di Herenveen, Belanda.Haan akan menangani timnas U-23 pada tujuh bulan pertama keberadaannya di Herenveen, Belanda, hingga keberangkatan mereka ke Doha, Qatar pada pertengahan November untuk mengikuti kontes sepakbola Asian Games 2006. Timnas U-23 dijadwalkan akan bertolak ke Herenveen pada Rabu (24/5/2006) mendatang."Hasil tes kesehatan dan psikotes yang dilakukan para pemain itu hanya akan menjadi konsumsi BTN dan manajemen timnas U-23, tidak akan diumumkan ke masyarakat," terang Ibnu Munzir, Direktur Badan Tim Nasional PSSI.Seperti diberitakan sebelumnya, para pemain timnas U-23 sudah menjalani serangkaian tes kesehatan pada Sabtu (13/5/2006) lalu di laboratorium Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta psikotes pada Minggu (15/5/2006) di kantor PSSI. Tes kesehatan dan psikotes ini dilakukan oleh tim konsultan yang disewa oleh BTN.Menurut keterangan manajer timnas U-23 Rahim Soekasah, tim kesehatan dan psikotes seperti yang dijalani oleh pemain timnas U-23 tersebut pernah pula dilakukan saat pembentukan tim Primavera dan Baretti, tahun 1990-an silam. "Ini merupakan salah satu upaya kita untuk lebih memahami sikap dan karakter masing-masing pemain," ujar Rahim tentang psikotes yang termasuk langka dilakukan untuk pembentukan timnas sepakbola.Ibnu menjelaskan kalau dilakukannya tes kesehatan dan psikotes untuk timnas U-23 adalah juga bagian dari upaya BTN dalam membentuk timnas dengan standar-standar tertentu. "Dalam hal ini tentunya adalah standar yang bisa menunjang pencapaian prestasi optimal," kata Ibnu.Ibnu menyebutkan dalam upaya membentuk timnas U-23 ini memenuhi standar yang diharapkan biaya yang harus dikeluarkan oleh BTN tentulah tidak kecil. Dia menjabarkan untuk biaya kerjasama dengan Herenveen melalui Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) saja BTN harus menggelontorkan dana sebesar 1,2 juta euro."Itu sudah termasuk untuk honor bagi Foppe de Haan dan seorang asistennya di Herenveen," katanya.Dana besar lainnya dikeluarkan untuk gaji para pemain, yang rata-rata akan menerima honorarium sebesar US$ 2500 setiap bulannya. Dengan rincian, honorarium US$ 2000 dan tunjangan khusus sebesar US$ 500.BTN juga harus mengeluarkan dana lumayan besar untuk kompensasi bagi klub-klub yang pemainnya direkrut ke timnas U-23. "Hari Rabu besok kita akan mengundang perwakilan pemilik atau pengelola klub ke Jakarta untuk membicarakan dana kompensasi itu," tegas Ibnu. (erk/)











































