Penunggakan Gaji Simic di Persija Mirip Kasus Marc Klok

ADVERTISEMENT

Penunggakan Gaji Simic di Persija Mirip Kasus Marc Klok

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 27 Apr 2022 03:15 WIB
Persija Jakarta memetik kemenangan 4-2 atas Borneo FC di lanjutan Liga 1 2019. Marko Simic menjadi bintang di laga itu dengan empat gol yang dicetak.
Simic mengaku gajinya tak dibayar penuh oleh Persija, sehingga memilih cabut. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Kasus penunggakan gaji yang dialami Marko Simic di Persija Jakarta diduga mirip seperti yang menimpa Marc Klok dan Alex Goncalves. Masalahnya yakni pemotongan gaji saat Liga 1 2020 terhenti.

Simic membuat pengakuan mengejutkan soal tak digaji selama setahun oleh Persija. Masalah itu yang membuat Simic akhirnya kerap disingkirkan Persija di selama berlangsungnya BRI Liga 1 musim lalu.

Pemain asal Kroasia sampai absen di enam pertandingan terakhir Persija. Sebelumnya ia juga sering ditarik keluar pada babak kedua, sesuatu yang terbilang jarang dialami Simic selama membela Macan Kemayoran.

Apa yang menimpa Simic diduga soal pemotongan nilai gaji pada musim 2020. Saat itu PSSI mengeluarkan Surat Keputusan (SK) soal pemotongan nilai gaji maksimal 25 persen karena kompetisi dihentikan akibat pandemi COVID-19 setelah cuma berjalan tiga pekan.

Beberapa pemain asing tak puas dengan keputusan itu. Salah satunya Marc Klok yang tetap menuntut Persija untuk tetap membayarnya dengan nilai maksimal 100 persen.

Pada akhirnya Klok memutus kontraknya dengan Persija. Kemudian ia membuat keputusan mengejutkan dengan bergabung ke Persib Bandung, yang notabene rival Persija.

Selain Klok, ada juga Alex Goncalves (eks Tira Persikabo) yang sampai melaporkan masalah pemotongan gaji ke Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA. Baik Klok maupun Alex sama-sama menuntut pembayaran gaji penuh.

Nah, kasus Simic diduga kuat sama seperti Klok dan Alex. Sehingga penunggakan gaji yang dialaminya terjadi di musim 2020, bukan di musim berikutnya.

"Memang ada case antara Persija dengan Simic. Namun secara profesional Simic hire (menyewa) lawyer dari negaranya. Ke APPI hanya sebatas komunikasi dan (meminta) advise sebagai anggota," kata CEO Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) Mahardika Aji, di forum wartawan.

"Detailnya tidak dapat diinfokan karena kami tidak memegang kuasa. Namun ini adalah impact dari kontrak semasa era pandemi COVID-19 yang harus berubah karena addendum (penyesuaian kontrak)," ujarnya.

Walau tak diungkap secara spesifik, pernyataan Aji di atas menguatkan dugaan itu. Simic menuntut pembayaran gaji 100 persen dari musim 2020. Aji pun tak menyangkal bahwa kasus Simic ini memang mirip dengan Alex, yang berarti juga sama seperti masalah Klok bersama Persija.

"Mirip (seperti kasus Alex). Ya pemain asing di Liga 1 2020, tapi nggak main di Liga 2021 kan rata-rata karena nggak sepakat tentang addendum. Ada yang berujung di DRC ada yang sepakat terminate (putus kontrak)," ucap Aji.

(adp/ran)

ADVERTISEMENT