Ajang Cari Bakat Papua Football Academy Dimulai

ADVERTISEMENT

Ajang Cari Bakat Papua Football Academy Dimulai

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 11 Jun 2022 19:45 WIB
Wolfgang Pikal Pimpin Papua Football Academy di Timika, Papua
Ajang Papua Football Academy dimulai hari ini (dok.Papua Football Academy)
Timika -

Mutiara-mutiara hitam di sepakbola Papua tak pernah ada habisnya. Oleh karenanya, Papua Football Academy dibentuk untuk mencari yang terbaik.

Papua Football Academy adalah sebuah sekolah sepakbola dan asrama bagi putra-putra Papua. Adalah PT Freeport Indonesia yang mendirikannya sebagai bentuk komitmen membangun masyarakat Papua lewat bidang olahraga.

Terlebih setelah kota Timika jadi salah satu tuan rumah PON Papua 2020, olahraga di sana kembali bergeliat. Untuk menjalankan PFA ini, Freeport menunjuk mantan asisten pelatih Timnas Indonesia asal Austria, Wolfgang Pikal, sebagai Direktur Akademi.

Pikal akan dibantu oleh mantan pelatih Persemi Mimika, Ardiles Rumbiak, sebagai pelatih kepala, serta dua asisten pelatih asli Papua, Ardus Kelly Pepuho dan Melky Arnesius Papare.

Pikal nantinya akan mencari bakat pesepakbola muda di seluruh Papua, terkhusus di Timika. Kota itu akan menjadi awal pencarian bakat siswa Papua Football Academy, lalu dilanjutkan ke Merauke dan Jayapura di tahun pertama.

Peserta yang boleh mengikuti "Papua Football Academy Cari Bakat" adalah putra Papua kelahiran 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2009 dan berada di kelas VII atau setara Kelas I SMP.

Wolfgang Pikal Pimpin Papua Football Academy di Timika, PapuaWolfgang Pikal Pimpin Papua Football Academy di Timika, Papua Foto: dok.Papua Football Academy

Tak cuma diuji kemampuan mengolah bola, para calon peserta PFA yang lolos dari tahap pertama akan menjalani tes medis, psikologi, dan bakat.

"Saya yakin masyarakat Timika akan menyambut kehadiran Papua Football Academy dengan antusias. Anak-anak di Timika pasti gembira mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu sepak bola sekaligus bisa bersekolah dengan lancar serta hidup baik di asrama," ucap Pikal dalam rilis kepada detikSport.

Sementara itu, Ardilles mengatakan dirinya sangat memahami antusiasme anak-anak Timika bermain sepakbola, seperti halnya di daerah lain di Papua.

"Sejak usia empat tahun saya sudah hidup di Tembagapura. Lalu, saya pernah melatih Persemi Mimika di Liga 3. Jadi, saya paham betul bagaimana minat sepak bola anak-anak di Timika," kata Ardiles yang juga pernah melatih Belitong FC.

Ardiles berharap kehadiran Papua Football Academy disambut hangat dan dimaksimalkan oleh warga Papua, termasuk masyarakat di Kabupaten Mimika agar bisa mengecap pendidikan formal sekaligus belajar sepakbola.

(mrp/aff)