ADVERTISEMENT

2 Fans Meninggal, Persib Didenda Rp 50 Juta dan Tak Boleh Main di GBLA

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 26 Jun 2022 20:59 WIB
Kondisi di Stadion GBLA saat Persib vs Persebaya
Komdis PSSI menjatuhi sanks terhadap Persib Bandung, menyusul kematian dua suporter di laga Piala Presiden 2022. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Jakarta -

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda Rp 50 juta hingga larangan bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) buat Persib Bandung.

Sanksi ini dijatuhkan atas kematian dua Bobotoh yakni Sopiana Yusup dan Ahmad Solihin. Keduanya meninggal akibat berdesakan dan terinjak-injak di pintu masuk Stadion GBLA, saat hendak menyaksikan laga Piala Presiden 2022 antara Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya, Jumat (17/6).

Komdis PSSI pun melakukan investigasi langsung ke GBLA untuk menelusuri akar permasalahan sehingga dua suporter tewas. Hasilnya, Panitia Pelaksana (Panpel) Persib dinilai lalai karena gagal mencegah 40 ribu massa masuk ke GBLA, padahal tiket yang terjual hanya 15 ribu.

Adapun Panpel Persib sudah tak menggunakan GBLA lagi sebagai venue lanjutan Grup C Piala Presiden. Setelah insiden itu, laga sisa fase grup dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat, di Soreang, Kabupaten Bandung.

"Panpel Persib kami hukum, kalau nanti (Persib) menjadi pelaksana pertandingan itu tidak boleh memakai penonton. Kemudian kena denda Rp 50 juta," kata Ketua Komdis Erwin Tobing saat dihubungi detikSport, Minggu (26/6).

"Kalau nanti (Persib) menjadi host lagi untuk babak selanjutnya, silakan, tapi tidak boleh memakai penonton. Itu sanksi buat dia dan tidak boleh main di GBLA," ujarnya menambahkan.

Dijelaskan Erwin, sanksi ini hanya berlaku selama gelaran Piala Presiden 2022 saja. Asumsinya, Persib Bandung masih bisa menghadirkan penonton lagi saat gelaran Liga 1 2022 nanti.

Namun yang pasti, Komdis menyarankan Persib tak bisa bermain di GBLA lagi. Sifatnya bukan hukuman, tapi karena memang GBLA dinilai tak layak untuk menggelar laga.

"Saya melihat gedung (GBLA) tak pantas dipakai karena dari segi kenyamanan dan keamanan penonton kurang terjamin, banyak yang harus dibenahi. Gedung itu megah di luar, tapi di dalamnya banyak yang retak-retak. Lantainya tidak bagus banyak yang pecah," tutur Erwin.

"Penerangan juga kurang, dinding retak-retak, lalu banyak yang bisa dipanjat (suporter) karena dindingnya terbuka. Gedung itu jelek, tak pantas dipakai. Tidak bisa dipakai sampai ada perubahan," ucapnya.

(rin/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT