Dua Bobotoh Tewas, Persib Siap Disanksi Bila Terbukti Lalai

Rizky Adha Mahendra - Sepakbola
Rabu, 22 Jun 2022 22:10 WIB
Umuh Muchtar
Komisaris Persib, Umuh Muchtar. Foto: Rizky Adha Mahendra/detikcom
Jakarta -

Komisaris Persib Umuh Muchtar mengaku pihaknya siap bertanggung jawab terkait kasus tewasnya dua bobotoh di Piala Presiden 2022. Meski begitu, pihaknya mengaku telah melakukan segala upaya untuk mengantisipasi kejadian yang ada.

Hal itu disampaikan Umuh saat mendatangi rumah Sofian Yusuf, suporter asal Bogor yang tewas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam laga Persib kontra Persebaya. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Saya datang ke sini membesarkan hatinya, orang tua mudah-mudahan dikasih kesabaran gitu kan. Karena mereka pun juga masih punya anak yang kecil ya. Bapak udah menyampaikan menerima semuanya dengan takdir gitu," kata Umuh kepada wartawan di rumah duka, Rabu (22/6/2022).

"Siap (menerima sanksi), tapi insyaallah tidak ada ya. Karena semua mengerti, dari kepolisian, ini kita juga diperiksa semua, dilihat kenyataannya. Kan ada dari Irjen Tobing (Komdis PSSI) ya, dari PSSI juga datang dari kemarin melihat kejadian-kejadiannya," kata Umuh.

"Jadi nanti dilihat, kalau nanti ada unsur kesengajaan atau kelalaian ya pasti ada tindakan. Ini bukan kelalaian, karena kita pun juga begitu kejadian kan langsung sigap ya. Kalau kita lalai, bisa-bisa lebih banyak korban," sambungnya.

Umuh tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 WIB. Sesampainya di sana, dia langsung menemui keluarga korban. Umuh juga menyampaikan rasa sedihnya yang dalam, mengingat ia juga kehilangan anak laki-lakinya beberapa waktu yang lalu.

"Bapak sangat sangat pedih, sangat luka, karena merasakan bapak pun pernah ditinggal anak umur 16 tahun laki-laki, kelas 2 SMA. Makanya, haduh, barusan nangis bersama-sama, karena memang dari hati bapak nangis merasakan bagaimana (perasaan) ibu bapaknya," jelasnya.

PSSI Sudah Bentuk Tim Investigasi, Belum Bisa Pastikan Sanksi

Sebelumnya, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno juga telah mendatangi rumah Sofian Yusuf. Ia menyebut PSSI sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Ketua Komisi Disiplin.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, dari jajaran PSSI atas nama Ketua Umum PSSI dan seluruh insan sepak bola tanah air mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas insiden yang terjadi kemarin malam, dan salah satu korbannya adalah almarhum ananda Sofian Yusuf," kata Sudjarno di rumah duka, Sabtu (18/6).

"Tentu ini juga akan menjadi bagian investigasi ini, dan penyelidikan ini dibentuk untuk mengetahui bagaimana persis kejadiannya. Apakah karena over kapasitas, kelalaian, atau sebagainya itu menjadi bagian yang perlu ditelusuri oleh tim investigasi."

"(Soal sanksi), kita belum berandai-andai dulu. Jadi kita tunggu saja apa yang sedang dikerjakan PSSI," ujarnya.

(adp/adp)