ADVERTISEMENT

Persija Kalah Lagi, Doll Sempat Kritik Latihan di Tempat Gembala Sapi

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 29 Jun 2022 11:40 WIB
Thomas Doll resmi memimpin latihan Persija Jakarta. Seperti apa suasana latihan Persija saat dipimpin eks pelatih Borussia Dortmund ini? Lihat yuk.
Ilustrasi Thomas Doll dan skuad Persija Jakarta. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Persija Jakarta kandas di turnamen pramusim Piala Presiden 2022 dengan empat kekalahan beruntun. Sebelum kekalahan terakhir, pelatih Thomas Doll sempat mengeluhkan lapangan latihan.

Empat laga sudah dilewati Persija di Piala Presiden 2022. Di ajang pramusim Liga 1 itu, Macan Kemayoran tidak mampu meraih satu poin pun.

Secara beruntun, Persija kalah 0-2 dari Barito Putera, digilas 1-5 oleh RANS Nusantara FC, tunduk 1-2 dari Borneo FC, dan terakhir tunduk 1-2 dari Madura United. Seluruh laga dimainkan di Stadion Segiri, Samarinda.

Hasil itu membuat Persija Jakarta tersingkir dari Piala Presiden 2022 dengan predikat juru kunci Grup B, dengan menjadi satu-satunya tim yang tidak mampu meraih poin di grup tersebut.

"Hal positifnya saya bisa melihat setiap form pemain, dan bisa membantu saya untuk menentukan pemain yang siap untuk bermain sebagai pemain inti," kata Thomas Doll usai laga lawan Madura United, seperti dilansir situs resmi Persija.

Sempat Kritik Lapangan Latihan

Sebelum kekalahan keempat Persija di Piala Presiden 2022 tersebut, Doll sempat melontarkan kritik keras mengenai lapangan latihan buat timnya di Samarinda.

Menurut Doll, kualitas lapangan latihan yang diberikan panitia pelaksana pertandingan benar-benar buruk. Ia sampai menyebutnya mirip ladang buat menggembalakan sapi.

"Kami mendapat lapangan latihan yang 'fantastis' hari ini. Saya baru kali ini melihat kondisi lapangan seperti ini," ucap Doll di Youtube Persija.

"Jika kami harus latihan di tempat seperti tadi setiap hari, itu tidak mungkin dan jelas mengecewakan karena risiko cedera akan sangat tinggi. Kami tidak bisa berlatih dengan normal dan syukurlah kami tidak akan lama berada di sini karena Anda tidak bisa berlatih dengan kondisi lapangan seperti itu. Sukar dipercaya."

"Di Jerman, kondisi lapangan seperti ini kami gunakan untuk menggembalakan sapi bukan untuk para pemain sepakbola," ucap juru taktik 56 tahun asal Jerman tersebut.

(krs/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT