ADVERTISEMENT

PSSI Harapkan Jordi Amat Tetap Main di Eropa, Tidak ke Malaysia

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 29 Jun 2022 16:20 WIB
Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jordi Amat, dalam sesi tanya jawab wartawan di Jakarta, Kamis 26 Mei 2022.
Jordi Amat. Foto: Muhammad Robbani/detikcom
Jakarta -

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengomentari kabar Jordi Amat akan bergabung ke klub Malaysia Johor Darul Takzim (JDT). Jordi Amat diharapkan tetap main di Eropa.

Kabar Jordi Amat akan ke JDT diungkapkan Putra Mahkota Johor atau biasa disapa Tunku Mahkota Johor (TMJ), Tunku Ismail Idris sekaligus bos klub itu. TMJ dalam keterangan resminya, Senin (27/6/2022), mengakui akan merekrut Jordi Amat.

Diungkapkan TMJ pula bahwa JDT mungkin baru akan merekrut Jordi Amat saat sudah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan begitu, Jordi Amat bisa didaftarkan sebagai pemain asing ASEAN. Saat ini kontrak Jordi Amat dengan klub Liga Belgia, KAS Eupen, akan berakhir pada 30 Juni 2022.

Hal ini mendapat banyak respons negatif dari publik sepakbola Indonesia. JDT dianggap menikmati keuntungan dari status WNI Jordi Amat, yang padahal tujuannya untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Menanggapi hal ini, Yunus Nusi ikut memberikan tanggapan. Federasi memberi masukan ke eks pemain Swansea City untuk terus melanjutkan kariernya di Benua Biru.

"Harapan kami dia tetap ke Eropa, terlepas dia dilobi oleh tim Malaysia (JDT) atau bagaimana. Sampai saat ini Jordi belum dikatakan sah menjadi pemain klub Malaysia," kata Yunus Nusi, dalam keterangannya yang dirilis PSSI.

"Kami sudah mengingatkan ke dia (Jordi Amat), bahwa 'kamu main di Eropa bagus untuk masa depan ketika kamu di timnas'. Sebagaimana pandangan baik STY (Shin Tae-yong, Pelatih Timnas Indonesia) dan Dirtek (Indra Sjafri)," ujarnya menambahkan.

JDT Sarat Legiun Asing

JDT adalah klub yang gemar mengoleksi pemain asing. Meski ada batasan kuota pemain asing, mereka kerap merekrut pemain-pemain naturalisasi Malaysia.

Saat ini saja skuad utama JDT diisi oleh mayoritas pemain asing dan pemain-pemain keturunan. Sudah begitu, mereka juga masih punya empat pemain asing lagi dari JDT II yang berkompetisi di Liga Primer Malaysia.

Adapun kebijakan di Liga Malaysia mengizinkan pemain di asing di Liga Primer untuk bisa sewaktu-waktu tampil di Liga Super Malaysia. Dengan kebijakan 5 pemain asing di Liga Super Malaysia dan 4 di Liga Primer Malaysia, JDT sama saja memiliki 9 pemain asing.

Potensi Jordi Amat yang akan menjadi WNI juga ternyata sudah dipantau klub penguasa Liga Malaysia itu. Hal itu yang membuat publik sepakbola Indonesia tidak terima, sampai-sampai ada yang mengusulkan untuk membatalkan naturalisasi Jordi Amat.

"Kalau diambil (JDT) kami sampaikan ke STY, karena STY yang meminta dia jadi pemain naturalisasi. Kami pertama berharap di Eropa, kami lalu serahkan kepada STY, bagaimana tanggapan dia tentang Jordi yang malah main di Malaysia," ucap Yunus Nusi.

(krs/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT