Mahfud MD: Tragedi Kanjuruhan Bukan Kerusuhan Suporter!

ADVERTISEMENT

Mahfud MD: Tragedi Kanjuruhan Bukan Kerusuhan Suporter!

Tim Detikcom - Sepakbola
Minggu, 02 Okt 2022 12:13 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md
Foto: Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Jakarta -

Menkopolhukam, Mahfud MD, menegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan bukan bentrok antarsuporter. Pendukung Persebaya Surabaya memang dilarang untuk melakukan lawatan.

Di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022), terjadi kerusuhan. Ada sebanyak 129 orang korban jiwa yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya dalam laga lanjutan Liga 1 itu. Silvio Rodriguez, Leo Lelis, Sho Yamamoto yang mencetak gol untuk Bajul Ijo. Sementara itu, Arema membalas dua kali dengan gol dari Abel Camara.

Dalam gelaran Liga 1 musim ini sudah pecah bentrok suporter beberapa kali. Tapi, Mahfud menegaskan bahwa Tragedi Kanjuruhan bukan karena bentrok antar suporter.

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antarsuporter Persebaya dgn Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter di lapangan hanya dari Arema. Oleh sebab itu para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter," kata Mahfud dalam akun Instagramnya.

Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan resmi atas tragedi Kanjuruhan. Investigasi menyeluruh diminta dilakukan, Liga 1 juga diminta untuk dihentikan.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang, saudara-saudara kita di tragedi sepakbola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur," kata Jokowi di Youtube Setpres.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/aff)

ADVERTISEMENT